Kapal-kapal perang Amerika Serikat tetap melakukan blokade ketat di kawasan Selat Hormuz meskipun Presiden Donald Trump telah mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata sepihak di wilayah Teluk tersebut.
Tekanan militer di jalur pelayaran vital tersebut dilaporkan tidak mengalami penurunan sebagaimana dilansir dari Kompas. Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa operasional militer di perairan itu berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sekretaris Pers Gedung Putih memberikan penegasan mengenai status operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Penegasan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai durasi kebijakan penghentian serangan yang diinisiasi oleh presiden.
"Sekretaris Pers Gedung Putih menyebut tidak ada batas waktu gencatan senjata." ujar Sekretaris Pers Gedung Putih.
Pihak kepresidenan juga memberikan penilaian positif terhadap efektivitas langkah yang diambil oleh angkatan laut di lapangan. Kepuasan tersebut berkaitan langsung dengan kontrol yang dilakukan terhadap arus lalu lintas di Selat Hormuz.
"Ia juga menyatakan Presiden Trump puas atas blokade yang dilakukan militer Amerika di perairan tersebut." kata Sekretaris Pers Gedung Putih.
Pemerintah Iran merespons aktivitas militer Amerika Serikat tersebut dengan menunjukkan ketegasan di wilayah kedaulatan mereka. Otoritas Iran kembali memperlihatkan kesiapan kekuatan militer serta klaim adanya dukungan penuh dari rakyat dalam menghadapi tekanan di Selat Hormuz.