Manusia Tidak Bisa Mengonsumsi Rumput Seperti Sapi Akibat Struktur Pencernaan

Manusia Tidak Bisa Mengonsumsi Rumput Seperti Sapi Akibat Struktur Pencernaan
Foto: Ilustrasi Manusia Tidak Bisa Mengonsumsi Rumput Seperti Sapi Akibat Struktur Pencernaan.

Hewan ternak seperti sapi dan kambing dapat tumbuh besar dan menghasilkan banyak daging hanya dengan mengonsumsi rumput. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi manusia karena tubuh kita tidak dirancang untuk mengolah jenis tumbuhan tersebut.

Manusia yang memaksakan diri mengonsumsi rumput berisiko mengalami gangguan kesehatan serius. Gangguan tersebut meliputi sakit perut, kerusakan gigi, hingga ancaman malnutrisi.

Seperti dilansir dari Detik iNET, rumput memiliki konsentrasi senyawa tinggi yang sangat sulit diproses oleh organ pencernaan manusia. Dua senyawa utama yang terkandung di dalam dinding sel tumbuhan tersebut adalah lignin dan selulosa.

Lignin merupakan polimer organik yang memberikan tekstur keras dan berkayu pada tanaman. Kandungan zat ini sangat melimpah di dalam struktur rumput.

Usus manusia disinyalir memiliki sejumlah bakteri yang mampu mengurai lignin. Kendati demikian, sistem pencernaan kita tidak dibekali enzim yang cukup untuk memecah senyawa tersebut dalam jumlah besar.

Kondisi serupa juga terjadi saat tubuh berhadapan dengan selulosa. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mencerna selulosa dengan cara yang benar.

Zat selulosa tersebut tidak akan hancur di dalam usus manusia. Senyawa ini hanya akan melewati saluran pencernaan dalam wujud serat makanan tidak larut yang berfungsi membentuk struktur feses.

Buah dan sayur yang dikonsumsi sehari-hari sebenarnya juga mengandung selulosa dan lignin. Namun, kadar senyawa tersebut jauh lebih rendah sehingga lebih ramah bagi organ pencernaan manusia.

Sebagai perbandingan, komponen wortel hanya terdiri dari 1% hingga 2% serat makanan berupa selulosa. Sisa kandungan wortel didominasi oleh air dan karbohidrat yang dapat diserap optimal oleh tubuh.

Spesies tertentu seperti sapi, kambing, domba, dan jerapah mampu mengolah rumput karena memiliki sistem lambung jamak. Hewan-hewan ini melakukan sebuah proses pencernaan khusus yang dikenal dengan istilah ruminasi.

Makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan awal mereka akan ditelan, dikeluarkan kembali ke mulut, dikunyah ulang, lalu ditelan lagi. Metode unik ini membantu satwa tersebut menghancurkan tekstur rumput secara lebih sempurna.

Rumput yang telah hancur setelah melalui pengunyahan intensif kemudian bergerak menuju lambung kompleks yang terbagi menjadi beberapa ruang. Setiap kompartemen di dalam perut tersebut memegang peranan serta fungsi yang berbeda.

Satwa ruminansia mengandalkan keberadaan bakteri kuat yang hidup secara alami di dalam bagian perut pertama mereka, yaitu rumen. Bakteri inilah yang bertugas mengurai struktur rumput yang rumit.

Dampak Buruk Rumput terhadap Gigi

Manusia dan mayoritas hewan lainnya tidak diberkahi dengan struktur lambung yang kompleks seperti mamalia pemamah biak. Selain memicu kerusakan pada organ usus, kebiasaan mengonsumsi rumput juga dapat mengancam kesehatan rongga mulut.

Tumbuhan rumput memiliki kandungan silika yang relatif tinggi. Zat silika ini bersifat abrasif sehingga berpotensi mengikis lapisan gigi manusia dengan sangat cepat.

Artikel terkait

Rekomendasi