Iran Ganti Simbol Singa dan Matahari di Bendera Setelah Revolusi 1979

Iran Ganti Simbol Singa dan Matahari di Bendera Setelah Revolusi 1979
Foto: Ilustrasi Iran Ganti Simbol Singa dan Matahari di Bendera Setelah Revolusi 1979.

Penghapusan simbol Singa dan Matahari atau Shir-o-Khorshid dari bendera Iran menjadi salah satu tanda perubahan drastis sistem pemerintahan setelah Revolusi Islam 1979. Simbol yang telah lama menjadi bagian dari identitas nasional tersebut resmi dihilangkan dari visual kenegaraan.

Dikutip dari Detikcom, pergeseran ideologi dari sistem monarki menuju Republik Islam di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini menjadi pemicu utama transformasi ini. Perubahan tersebut mencerminkan identitas baru Iran yang ingin memutus hubungan dengan masa lalu kerajaan.

Lambang Shir-o-Khorshid memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan telah ada jauh sebelum masa Islam masuk ke wilayah tersebut. Mengacu pada Encyclopedia Britannica "Flag of Iran" oleh Whitney Smith, simbol ini merupakan perpaduan antara kekuasaan, kepercayaan, dan kosmologi Persia kuno.

Motif singa dan matahari mulai muncul dalam seni kerajaan sejak era Kekaisaran Achaemenid. Salah satu jejak sejarahnya ditemukan pada segel Artaxerxes II yang menggambarkan elemen matahari sebagai simbol Mithra bersama dewi Anahita.

Identitas nasional Iran semakin dipertegas dengan penggunaan simbol ini pada masa Dinasti Safavid. Saat itu, lambang tersebut menjadi pembeda krusial dari simbol bulan sabit yang digunakan oleh pesaing mereka, Kekaisaran Ottoman.

Pada masa Dinasti Qajar, simbol tersebut berkembang menjadi lambang nasional yang lebih resmi. Singa mulai digambarkan memegang pedang sebagai simbol kekuatan militer dan pertahanan negara, terutama selama Perang Rusia-Persia periode 1804-1813.

Bendera triwarna hijau, putih, dan merah yang memuat lambang Singa dan Matahari mulai digunakan secara masif pada abad ke-19 era Naser al-Din Shah Qajar. Desain ini kemudian dipatenkan secara resmi setelah Revolusi Konstitusional Iran pada tahun 1907.

Meskipun terjadi penyesuaian warna dan bentuk visual selama Dinasti Pahlavi, lambang Singa dan Matahari tetap dipertahankan. Keberadaan simbol ini baru benar-benar berakhir ketika ideologi negara berubah secara fundamental pada tahun 1979.

Alasan Penghapusan Simbol Setelah Revolusi

Runtuhnya monarki dalam Revolusi Islam Iran 1979 memicu penghapusan simbol Singa dan Matahari secara bertahap. Pemerintah baru kemudian menggantinya dengan desain bendera triwarna tanpa menggunakan lambang lama tersebut.

Rezim revolusioner menilai simbol Singa dan Matahari sebagai representasi dari kekuasaan monarki, khususnya yang berkaitan dengan Dinasti Pahlavi. Lambang tersebut dianggap sebagai simbol penindasan dan dinilai terlalu berorientasi pada nilai-nilai Barat.

Pemerintahan yang dipimpin Ruhollah Khomeini bertekad membangun identitas negara yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Sebagai penggantinya, bendera Iran kini menggunakan lambang kaligrafi "Allah" yang dinilai lebih selaras dengan visi Republik Islam.

Walaupun simbol Singa dan Matahari memiliki akar dalam tradisi Syiah dan sering dikaitkan dengan Ali ibn Abi Talib, pemerintah tetap menolaknya. Artefak tersebut dianggap sebagai sisa-sisa rezim lama yang tidak lagi memiliki relevansi dengan arah baru negara.

Langkah ini diikuti dengan pelarangan penggunaan simbol tersebut di berbagai institusi resmi dan ruang publik. Lembaga seperti Palang Merah Iran juga ikut berganti identitas menjadi Red Crescent guna menyesuaikan dengan simbol-simbol Islam yang baru diadopsi.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, bendera dengan simbol Singa dan Matahari kembali muncul di ruang publik. Simbol Shir-o-Khorshid sering dikibarkan oleh massa dalam aksi protes sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Republik Islam sekaligus representasi identitas nasional lama.

Artikel terkait

Rekomendasi