Aktivitas Malaikat Maut Perhatikan Manusia Menurut Berbagai Riwayat

Aktivitas Malaikat Maut Perhatikan Manusia Menurut Berbagai Riwayat
Foto: Ilustrasi Aktivitas Malaikat Maut Perhatikan Manusia Menurut Berbagai Riwayat.

Kematian merupakan sebuah kepastian yang akan dihadapi oleh setiap makhluk hidup, meskipun waktu kehadirannya tetap menjadi rahasia ilahi. Dilansir dari Detikcom, terdapat sejumlah keterangan yang menyebutkan bahwa Malaikat Maut senantiasa memantau manusia setiap harinya.

Abu Nu'aim Al Hafizh mengutip pernyataan Tsabit Al-Bunani yang menjelaskan bahwa dalam siklus 24 jam, tidak ada satu jam pun yang terlewat tanpa perhatian Malaikat Maut. Sosok pencabut nyawa tersebut dikatakan berdiri memperhatikan setiap makhluk bernyawa untuk menjalankan tugas jika perintah telah turun.

Imam Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah menyertakan sebuah riwayat yang menyebutkan frekuensi pemantauan tersebut terjadi puluhan kali dalam sehari. Riwayat dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa Nabi SAW mengabarkan Malaikat Maut memandang wajah manusia sebanyak 70 kali setiap hari.

"Sesungguhnya Malaikat Maut benar-benar memperhatikan wajah-wajah manusia setiap hari 70 kali. Apabila orang yang didatangi itu tertawa, maka Malaikat Maut itu berkata, 'Heran, aku diutus untuk mencabut nyawanya, kenapa dia tertawa'."

Penting untuk dicatat bahwa status riwayat spesifik mengenai jumlah 70 kali tersebut dinilai maudhu atau palsu. Penilaian ini didasarkan pada pernyataan Abu Hatim yang menyebut salah satu perawi dalam sanad tersebut, yakni Abu Hadbah, sebagai seorang pendusta.

Kehadiran di Pintu Rumah Lima Kali Sehari

Keterangan lain mengenai aktivitas Malaikat Maut ditemukan dalam kitab Al-Arba'in melalui sebuah khabar masyhur yang diriwayatkan secara marfu'. Riwayat ini menyatakan bahwa Malaikat Maut mendatangi pintu-pintu rumah sebanyak lima kali dalam sehari untuk menunggu instruksi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda melalui riwayat Anas bin Malik RA:

"Tidak satu pun rumah, melainkan Malaikat Maut berdiri di pintunya lima kali sehari. Apabila dia menemukan seseorang sudah habis jatah makannya dan berakhir ajalnya, maka dia menimpakan sakaratul maut kepadanya, sehingga orang itu diliputi kesusahan-kesusahan maut dan dihimpit tekanan-tekanannya."

Saat proses tersebut berlangsung, Malaikat Maut juga memperhatikan reaksi keluarga yang mengalami kegusaran. Dalam kondisi duka tersebut, Malaikat Maut memberikan peringatan kepada mereka yang meratapi kepergian anggota keluarganya secara berlebihan.

"Celaka kalian, kenapa kalian kaget, kenapa kalian gusar? Aku tidak menghilangkan rezeki seorang pun dari kamu sekalian, aku tidak memperpendek ajalnya, aku tidak akan datang kepadanya kecuali diperintah, dan aku tidak akan mencabut nyawanya kecuali setelah aku baca daftarnya. Tapi, aku pasti akan datang lagi kepada kalian, kemudian akan datang lagi, sampai tidak ada seorang pun dari kalian yang aku biarkan hidup."

Kepastian Ajal dalam Al-Qur'an

Terlepas dari berbagai riwayat mengenai frekuensi kunjungannya, Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa setiap individu akan menghadapi kematian pada waktu yang telah ditetapkan. Dalam Surah Al-Anbiya' ayat 35, Allah SWT berfirman:

┘â┘Å┘ä┘æ┘Å ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘ì Ï░┘ÄϺ█ñ┘ë┘ò┘É┘é┘ÄÏ®┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏ¬┘É█ù ┘ê┘Ä┘å┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Å┘ê┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ Ï¿┘ÉϺ┘äÏ┤┘æ┘ÄÏ▒┘æ┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘É ┘ü┘ÉϬ┘Æ┘å┘ÄÏ®┘ï █ù┘ê┘ÄϺ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘å┘ÄϺ Ϭ┘ÅÏ▒┘ÆÏ¼┘ÄÏ╣┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan."

Kepastian mengenai waktu kematian juga dipertegas dalam Surah Yunus ayat 49 yang menyatakan bahwa manusia tidak memiliki kuasa untuk mempercepat atau menunda ajal mereka sedikit pun. Allah SWT berfirman:

┘é┘Å┘ä┘Æ ┘ä┘æ┘ÄϺ┘ô Ϻ┘Ä┘à┘Æ┘ä┘É┘â┘Å ┘ä┘É┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘É┘è┘Æ ÏÂ┘ÄÏ▒┘æ┘ïϺ w┘æ┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ╣┘ïϺ Ϻ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘à┘ÄϺ Ï┤┘ÄϺ█ñÏí┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å █ù ┘ä┘É┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ïº┘Å┘à┘æ┘ÄÏ®┘ì Ϻ┘Äϼ┘Ä┘ä┘î █ÜϺ┘ÉÏ░┘ÄϺ ϼ┘ÄϺ█ñÏí┘Ä Ïº┘Äϼ┘Ä┘ä┘Å┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏú┘ÆÏ«┘ÉÏ▒┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä Ï│┘ÄϺÏ╣┘ÄÏ®┘ï w┘æ┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘é┘ÆÏ»┘É┘à┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku tidak kuasa (menolak) mudarat dan tidak pula (mendatangkan) manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.' Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak (pula) dapat meminta percepatan."

Selain mengenai waktu, lokasi kematian pun menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Sebagaimana termaktub dalam Surah Luqman ayat 34, tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana mereka akan mengembuskan napas terakhirnya.

Ϻ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä Ï╣┘É┘å┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘ù Ï╣┘É┘ä┘Æ┘à┘ŠϺ┘äÏ│┘æ┘ÄϺÏ╣┘ÄÏ®┘É█Ü ┘ê┘Ä┘è┘Å┘åZ┘æ┘É ┘ä┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ║┘Ä┘è┘ÆÏ½┘Ä█Ü ┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å ┘à┘ÄϺ ┘ü┘É┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏº┘ÄÏ▒┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘à┘É█ù ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘É┘è┘Æ ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘î m┘æ┘ÄϺÏ░┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘â┘ÆÏ│┘ÉÏ¿┘Å Ï║┘ÄÏ»┘ïϺ█ù ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘É┘è┘Æ ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘î█ó Ï¿┘ÉϺ┘Ä┘è┘æ┘É Ïº┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘ì Ϭ┘Ä┘à┘Å┘ê┘ÆÏ¬┘Å█ù Ϻ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘É┘è┘Æ┘à┘î Ï«┘ÄÏ¿┘É┘è┘ÆÏ▒┘î

Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."

Artikel terkait

Rekomendasi