Aksi Main Hakim Sendiri di Media Sosial Picu Kontroversi Netizen

Aksi Main Hakim Sendiri di Media Sosial Picu Kontroversi Netizen
Foto: Ilustrasi Aksi Main Hakim Sendiri di Media Sosial Picu Kontroversi Netizen.

Aksi main hakim sendiri terhadap dua orang pria yang diduga melakukan aksi pencurian kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tindakan kelompok warga ini dinilai tidak biasa karena memberikan hukuman fisik dan psikologis yang dinilai melanggar norma sosial.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah rekaman video diunggah oleh akun Instagram Lambe Turah pada Senin, 19 Mei 2026, seperti dilansir dari Suara. Dalam tayangan itu terlihat dua pria berada dalam kondisi tangan terikat di tengah kepungan massa.

Situasi di lokasi tampak tegang sekaligus diwarnai gelak tawa dari warga yang menonton. Kedua terduga pelaku tidak dapat berbuat banyak saat menerima intimidasi. Berdasarkan rekaman tersebut, seorang warga sempat memukul mereka menggunakan besi panjang.

Tidak berhenti di situ, massa kemudian memberikan perintah yang tidak lazim sebagai bentuk sanksi sosial. Kedua pria tersebut dipaksa untuk saling menggigit telinga satu sama lain di bawah ancaman kekerasan fisik lanjutan. Suasana semakin riuh ketika warga mulai meneriakkan perintah untuk berciuman.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait lokasi detail maupun waktu pasti pelaksanaan aksi massa tersebut. Namun, sikap warga yang merekam peristiwa itu sambil tertawa memicu perdebatan panas di kalangan netizen.

Banyak pengguna internet menyayangkan tindakan warga yang dianggap menormalisasi perilaku menyimpang demi mempermalukan orang lain. Sejumlah komentar kritik juga menyoroti inkonsistensi sikap masyarakat terhadap isu sosial tertentu.

"Warga yang nyuruh ciuman juga sakit sih. Kalo udah ketangkep, mending langsung lapor ke polisi, bukan menyuruh yang perilaku yang nggak etis, curiga yang nyuruh pengalaman pribadi," tulis salah satu netizen.

"Giliran ada yang gay dikatain, dijauhin, diusir, dan dianggap penyakit. Lah ini disuruh ciuman," katanya.

"Mereka salah, tapi jangan permalukan mereka, karena belum tentu kalian lebih baik," tulis yang lain.

Netizen lain juga memberikan peringatan mengenai dampak dari normalisasi tindakan tersebut di tengah masyarakat.

"Warganya stres. Jangan normalisasi LGBT juga, masih banyak hukuman lain."

Artikel terkait

Rekomendasi