Airlangga Hartarto Kaji Lokasi Indonesia Financial Center di Bali

Airlangga Hartarto Kaji Lokasi Indonesia Financial Center di Bali
Foto: Ilustrasi Airlangga Hartarto Kaji Lokasi Indonesia Financial Center di Bali.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah mengkaji sejumlah wilayah di Bali, termasuk KEK Sanur dan area dekat Benoa, sebagai lokasi potensial untuk pembangunan Indonesia Financial Center (IFC) guna menarik investasi asing pada Senin (4/5/2026).

Dilansir dari Ekonomi, pemerintah memastikan pembangunan pusat keuangan ini akan memanfaatkan keberadaan beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah beroperasi di Pulau Dewata. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Airlangga menjelaskan bahwa KEK Kura-Kura bukan merupakan satu-satunya pilihan lokasi untuk proyek strategis tersebut. Opsi lain yang muncul mencakup wilayah Bali bagian barat serta kawasan yang kini menjadi pusat wisata kesehatan.

"Kemudian kami juga melihat di wilayah Barat dan juga ada di lokasi lain di dekat Benoa. Jadi kami melihat ke depan financial center ini ada peluang," ujar Airlangga, Menko Perekonomian.

Pemerintah menargetkan IFC dapat menyaingi pusat keuangan di Singapura dan Hong Kong dengan memanfaatkan momentum ketidakpastian ekonomi di wilayah Teluk. Selain itu, otoritas khusus akan dibentuk untuk mengelola tata kelola KEK Finansial tersebut.

Terkait kekhawatiran mengenai status surga pajak atau tax haven, pemerintah menyatakan telah menyiapkan skema insentif yang kompetitif. Fokus utama tetap pada penyediaan proyek potensial yang memerlukan pembiayaan besar.

"Yang paling penting kan tujuannya adalah untuk menarik investasi. Itu potensinya berbagai macam dan kami melihat sekarang kan dimanfaatkan maksimal oleh Singapura. Nah Singapura ini enggak ada pesaing apalagi dengan adanya global geopolitik di Timur Tengah, sehingga alternatifnya sekarang hanya Singapura dan Hong Kong. Nah tentu kami juga punya potensi," ujar Airlangga, Ketua Dewan KEK.

Data dari situs resmi kek.go.id menunjukkan KEK Kura-Kura Bali yang terletak di Pulau Serangan memiliki luas 498 hektare. Kawasan ini menargetkan pengembangan industri kreatif, teknologi, pendidikan, hingga pariwisata marina dengan akses melalui Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai.

Hingga saat ini, realisasi investasi di kawasan tersebut baru mencapai Rp1,62 triliun dari target total Rp89,9 triliun. Penyerapan tenaga kerja juga baru tercatat sebanyak 2.146 orang dari target jangka panjang sebanyak 35.036 orang.

Pemerintah memberikan fasilitas tax holiday hingga 20 tahun bagi investor yang menanamkan modal di KEK Kura-Kura Bali. PT Bali Turtle Island Development selaku pengelola telah menyiapkan ekosistem Knowledge District sebagai basis pengembangan sektor keuangan berbasis inovasi.

Artikel terkait

Rekomendasi