Air New Zealand Luncurkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas Ekonomi

Air New Zealand Luncurkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas Ekonomi
Foto: Ilustrasi Air New Zealand Luncurkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas Ekonomi.

Maskapai Air New Zealand memperkenalkan inovasi berupa fasilitas tempat tidur tingkat atau bunk bed bernama Economy Skynest pada armada Boeing 787-9 Dreamliner terbaru. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada penerbangan tertentu mulai November, dengan pembukaan akses pemesanan pada Selasa, 21 April 2026.

Satu modul fasilitas ini menyediakan enam tempat tidur yang disusun secara vertikal dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan kenyamanan. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, setiap unit tempat tidur memiliki kasur, bantal, selimut, tirai privasi, sabuk pengaman, lampu baca, serta sambungan pengisian daya ponsel.

Chief Executive Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas tidur ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas istirahat bagi penumpang yang melakukan perjalanan sangat jauh. Maskapai juga berkomitmen untuk melakukan penggantian seluruh perlengkapan tidur pada setiap pergantian sesi penggunaan.

"Penumpang dapat meregangkan tubuh, berbaring datar, dan mendapatkan beberapa jam istirahat yang layak di udara. Dengan memberi lebih banyak orang kesempatan beristirahat pada penerbangan ultra jarak jauh, perjalanan ke dan dari Selandia Baru jadi lebih mudah dijalani," kata Nikhil Ravishankar.

Layanan Economy Skynest akan diterapkan pertama kali pada rute internasional antara Auckland dan Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, yang menempuh waktu terbang sekitar 17 jam. Penumpang dapat menyewa fasilitas ini selama empat jam dengan biaya sekitar USD 495 atau setara Rp 8,4 juta untuk satu sesi.

Durasi pemakaian selama empat jam tersebut telah melalui pertimbangan teknis mengenai pola istirahat manusia yang ideal di dalam kabin pesawat. Pihak maskapai menilai durasi tersebut cukup bagi penumpang untuk melewati setidaknya dua siklus tidur yang berkualitas.

"Siklus tidur rata-rata sekitar 90 menit, jadi sesi empat jam memberi kesempatan penumpang untuk bersantai, tertidur, dan bangun," kata perwakilan maskapai.

Inovasi tempat tidur tingkat ini menjadi pengembangan lanjutan setelah sebelumnya Air New Zealand meluncurkan produk Sky Couch. Produk terdahulu tersebut memungkinkan penumpang menggabungkan tiga kursi ekonomi menjadi satu area datar untuk berbaring selama penerbangan berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi