Peneliti Chalmers University Kembangkan AI untuk Cegah Degradasi Baterai Mobil Listrik

Peneliti Chalmers University Kembangkan AI untuk Cegah Degradasi Baterai Mobil Listrik
Foto: Ilustrasi Peneliti Chalmers University Kembangkan AI untuk Cegah Degradasi Baterai Mobil Listrik.

Pengisian daya cepat DC menjadi pilihan praktis untuk pengguna kendaraan listrik, namun proses ini dapat mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang.

Guna mengatasi masalah tersebut, para peneliti dari Chalmers University of Technology mengembangkan solusi baru berupa algoritma pintar berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sistem ini dirancang untuk menganalisis kondisi kesehatan baterai sekaligus mengatur pola pengisian daya agar usia pakainya menjadi lebih lama.

Seperti dikutip dari Suara, inovasi ini hadir di tengah ketatnya persaingan produsen otomotif dalam meluncurkan teknologi pengisian daya super cepat.

Kondisi baterai yang menua umumnya memicu penurunan kemampuan dalam menampung arus besar, sehingga kapasitasnya menyusut lebih cepat.

Melalui publikasi ilmiah terbarunya di IEEE, tim ilmuwan menjelaskan bahwa algoritma ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi sel baterai.

Perangkat lunak ini dapat membaca tingkat kesehatan baterai, mengontrol batas tegangan, serta menyesuaikan kecepatan pengisian sesuai kebutuhan secara otomatis.

Berdasarkan hasil uji simulasi, baterai yang dikelola dengan sistem ini mampu bertahan hingga 703 siklus pengisian sebelum kapasitasnya merosot di bawah 80 persen.

Capaian tersebut melampaui metode konvensional yang hanya mencatatkan 572 siklus pengisian daya.

Penerapan teknologi ini terbukti meningkatkan umur pakai baterai sekitar 23 persen, dengan durasi pengisian yang tetap terjaga di kisaran 24 minit.

Efisiensi Tanpa Komponen Tambahan

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penerapannya yang tidak memerlukan pemasangan sensor perangkat keras baru pada kendaraan.

Sistem AI bekerja dengan memanfaatkan data tegangan sel baterai yang umumnya sudah tersedia pada mobil listrik versi standar saat ini.

Melalui optimasi berbasis software, tanda-tanda penurunan performa baterai dapat dideteksi sejak dini tanpa memicu pembengkakan biaya produksi komponen fisik.

Adopsi Teknologi di Industri Otomotif

Langkah komersialisasi teknologi pengisian daya pintar ini mulai diadopsi oleh sejumlah perusahaan rintisan global, seperti GBatteries dan Breathe.

Breathe bahkan telah menjalin kemitraan strategis dengan Volvo untuk menyematkan sistem perangkat lunak sejenis pada lini kendaraan listrik masa depan.

Implementasi perdana teknologi ini direncanakan berjalan pada model Volvo EX60 yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 mendatang.

Sistem besutan Breathe tersebut diklaim mampu memangkas waktu pengisian daya sekitar 15 hingga 30 persen sekaligus meminimalkan risiko degradasi komponen.

Kehadiran teknologi ini memberikan keuntungan ekonomis bagi konsumen melalui masa pakai baterai yang lebih panjang tanpa mengorbankan efisiensi waktu operasional.

Optimalisasi masa pakai ini sekaligus meminimalkan biaya perawatan kendaraan, mengingat baterai merupakan komponen dengan nilai penggantian tertinggi pada mobil listrik.

Artikel terkait

Rekomendasi