Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan laporan terbaru mengenai perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN). Laporan ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto guna memastikan kelanjutan pembangunan di berbagai wilayah.
Dikutip dari Investor Daily, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur pendukung ekonomi. Penegasan komitmen ini bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi serta menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Selain fokus pada infrastruktur besar, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) telah mengusulkan adanya penambahan alokasi anggaran khusus.
Tambahan dana tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan daya saing para pelaku UMKM di pasar domestik maupun internasional. Penguatan sektor ini dianggap krusial agar kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian kondisi global.
Dinamika Pasar Modal dan Industri
Di sisi lain, sektor pasar modal sedang mengalami tekanan yang cukup signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh angka 2 persen akibat pengaruh indeks MSCI.
OJK merespons kabar mengenai penghapusan 18 saham Indonesia dari daftar MSCI yang memicu reaksi pasar. Sementara itu, di sektor industri semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan terjadinya penurunan pangsa pasar yang dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal.
Aksi Korporasi dan Dividen Saham
Beberapa emiten terpantau melakukan langkah strategis di tengah fluktuasi pasar. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) telah menetapkan pembagian dividen sebesar 10 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya.
Selain ketetapan dividen, WIKA Beton juga melakukan perombakan pada jajaran pengurus perusahaan. Di tempat lain, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaksanakan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback sebanyak 11,68 juta lembar saham.