Guru Honorer Abdul Azis Desak Kebijakan Kesejahteraan Pasca Viral

Guru Honorer Abdul Azis Desak Kebijakan Kesejahteraan Pasca Viral
Foto: Ilustrasi Guru Honorer Abdul Azis Desak Kebijakan Kesejahteraan Pasca Viral.

Abdul Azis, seorang guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Kamal Muara, meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan ekonomi tenaga pendidik pada Rabu (22/4/2026). Desakan ini muncul setelah dirinya mendapatkan bantuan sepeda motor dari relawan menyusul kisah perjuangannya yang viral.

Pengabdian selama sembilan tahun dengan upah sekitar Rp 2 juta per bulan dinilai tidak mencukupi kebutuhan hidup di Jakarta. Dilansir dari Megapolitan, Azis berpendapat bahwa persoalan guru honorer tidak bisa hanya diselesaikan melalui simpati publik atau bantuan sesaat tanpa adanya langkah kebijakan yang nyata.

"Saya mau minta kepada pemerintah agar bisa tetap melihat kondisi ekonomi guru-guru honorer, apalagi boleh dikatakan sangat-sangat tidak mencukupi lah dalam kebutuhan sehari-hari," kata Azis saat ditemui di MI Nurul Islam 1, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/4/2026).

Perbaikan nasib tenaga pendidik honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) maupun Dinas Pendidikan memerlukan akses peningkatan karier yang lebih mudah. Azis menekankan pentingnya percepatan proses sertifikasi bagi para guru yang hingga kini belum mendapatkan pengakuan profesional tersebut.

"Harapan saya untuk pemerintah bisa yang pertama itu, terutama untuk yang di Kemenag ya, kan biasanya berkaitan dengan sertifikasi. Agar diperhatikan untuk guru-guru yang belum sertifikasi bisa dibantu untuk ke sana, secepatnya lah," jelas Azis.

Pemerintah juga diminta memfasilitasi pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jika kuota pengangkatan terbatas, Azis menyarankan adanya alternatif berupa pemberian tunjangan bulanan tetap guna menjamin stabilitas ekonomi para pengajar.

Sebelumnya, nama Azis mencuat ke publik setelah ia diketahui harus bersepeda sejauh enam kilometer dari Kalideres menuju Penjaringan untuk mengajar. Aktivitas tersebut dilakoninya dengan sepeda pinjaman setelah kendaraan pribadinya hilang dicuri pada November 2025.

"Alhamdulillah ya, bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala ada orang baik yang banyak mau berpartisipasi sehingga bisa memberikan motor kepada saya. Saya sangat berterima kasih sekali dan juga sangat bersyukur sekali," ucap Azis.

Sepeda motor pemberian Relawan Gerak Bareng tersebut kini digunakan Azis untuk menunjang mobilitas mengajarnya di sekolah. Selain di MI Nurul Islam 1, kendaraan tersebut membantu perjalanannya menuju majelis taklim sebagai tempat mencari penghasilan tambahan.

Artikel terkait

Rekomendasi