Sebanyak 99.982 jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni mendatang. Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta Kementerian Agama memastikan seluruh persiapan di Madinah berjalan maksimal.
Jemaah yang akan berangkat ini merupakan bagian dari gelombang II yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Mereka sebelumnya telah menuntaskan ritual di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 9 hingga 13 Dzulhijjah.
Permintaan Timwas DPR Terkait Pelayanan di Madinah
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustofa, menekankan pentingnya antisipasi mobilitas jemaah oleh Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah. Hal ini bertujuan agar perpindahan ribuan orang tersebut berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Saan meminta agar petugas di lapangan bersikap responsif dalam menjamin kenyamanan serta kepuasan jemaah. Layanan kesehatan, konsumsi, hingga akomodasi penginapan harus dipastikan siap sebelum jemaah tiba.
Fokus utama jemaah saat berada di Madinah adalah beribadah di Raudhah yang terletak di dalam Masjid Nabawi. Saan menginstruksikan agar akses jemaah menuju tempat suci tersebut dapat terorganisir dengan baik.
Persiapan Armada dan Akomodasi di Madinah
Kepala Daker Madinah, Khalilurahman, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan arahan dari Timwas Haji DPR. Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan sarana dan prasarana telah dimatangkan untuk menyambut puluhan ribu jemaah.
Berikut adalah rincian persiapan layanan yang telah disediakan oleh Daker Madinah:
- Petugas Lapangan: Menyiagakan total 811 personel yang terdiri dari petugas PPIH dan tenaga pendukung di Arab Saudi.
- Akomodasi Hotel: Menyiapkan 94 hotel bagi jemaah, termasuk beberapa hotel dengan standar bintang 5.
- Transportasi Darat: Menyediakan sebanyak 2.434 unit bus untuk menunjang mobilitas jemaah dari bandara ke hotel di Madinah.
- Layanan Konsumsi: Menyiapkan sebanyak 2.696.274 boks makanan yang akan dibagikan secara rutin kepada jemaah selama menetap.
Seluruh kesiapan ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji gelombang II. Penyiapan logistik yang masif diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode kunjungan ke Madinah.
Detail alokasi sumber daya untuk mendukung pelayanan jemaah haji di Madinah:
| Kategori Layanan | Jumlah / Kapasitas |
|---|---|
| Total Personel Petugas | 811 Orang |
| Fasilitas Hotel | 94 Hotel |
| Armada Bus | 2.434 Unit |
| Distribusi Makanan | 2.696.274 Paket |
Data di atas menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan bagi jemaah Indonesia. Dengan koordinasi yang kuat antara Timwas DPR dan Kemenag, diharapkan ibadah jemaah di Madinah dapat berjalan khusyuk dan aman.