860 Ribu Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi Melalui Berbagai Jalur

860 Ribu Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi Melalui Berbagai Jalur
Foto: Ilustrasi 860 Ribu Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi Melalui Berbagai Jalur.

Sebanyak lebih dari 860.000 jemaah haji dari seluruh penjuru dunia telah memasuki wilayah Arab Saudi hingga Rabu (13/5/2026) untuk menunaikan ibadah tahunan. Data kedatangan jemaah tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Haji dan Umrah Saudi, Tawfiq Al Rabiah, dalam konferensi pers pemerintah di Riyadh, dilansir dari Detikcom.

Mayoritas jemaah mendarat melalui bandara internasional, sementara sebagian lainnya menggunakan jalur darat dan laut. Al Rabiah memerinci bahwa terdapat 820.000 orang tiba lewat udara, 35.000 orang melalui darat, dan 4.000 orang menempuh jalur laut.

"Dari jumlah tersebut, sebagian besar, yaitu 820.000, tiba melalui jalur udara, termasuk 240.000 melalui Inisiatif Rute Makkah, sementara 35.000 tiba melalui jalur darat dan 4.000 melalui jalur laut," ungkap Al Rabiah.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para jemaah. Al Rabiah menegaskan bahwa seluruh sumber daya di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota dikerahkan untuk kenyamanan jemaah.

"Untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendorong persaingan, kementerian telah memungkinkan lebih dari 30 perusahaan untuk menawarkan layanan kepada jamaah dari luar negeri, selain menawarkan layanan pemesanan langsung kepada jamaah dari 126 negara melalui platform digital Nusuk. Sistem ini beroperasi dengan integrasi kelembagaan yang lancar di antara lebih dari 60 entitas pemerintah, diawasi oleh Kantor Manajemen Proyek Haji (PMO Haji) dari Program Pengalaman Jamaah di bawah pengawasan Komite Haji Tertinggi," ujarnya.

Inovasi logistik menjadi fokus utama tahun ini untuk mempercepat proses di bandara. Program Haji Tanpa Bagasi memungkinkan pengiriman barang langsung ke negara asal jemaah, yang memangkas waktu tunggu secara signifikan.

Aplikasi Nusuk kini telah digunakan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia. Kementerian Haji juga memperluas koordinasi dengan menandatangani perjanjian bersama 78 negara guna menstandardisasi prosedur haji internasional.

Pembangunan infrastruktur di lokasi-lokasi suci menunjukkan peningkatan drastis mencapai 100 persen dibandingkan periode sebelumnya. Proyek ini mencakup sistem pendingin di Padang Arafah serta perluasan fasilitas tempat istirahat.

Peningkatan kapasitas juga dilakukan pada situs bersejarah seperti Rawdah Al-Sharif di Masjid Nabawi. Hal ini berdampak pada melonjaknya tingkat kepuasan jemaah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Keamanan pelaksanaan haji turut diperketat melalui kerja sama internasional dan kampanye perizinan resmi. Al Rabiah memberikan apresiasi kepada negara-negara mitra yang membantu menekan praktik haji ilegal demi keselamatan seluruh jemaah.

Artikel terkait

Rekomendasi