2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Investigasi Kejadian Mengejutkan Ini

2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Investigasi Kejadian Mengejutkan Ini
Foto: 2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Investigasi Kejadian Mengejutkan Ini. (Illustration by Pexels)

Dunia pendidikan di Padang dikejutkan dengan insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6) sore sekitar pukul 17.00 WIB saat aktivitas kampus masih berlangsung.

Dua orang yang menjadi korban dalam kejadian ini adalah seorang mahasiswi berinisial N dan seorang pria berinisial G. Korban N tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial, sementara korban G diketahui bukan merupakan mahasiswa di kampus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi saat sejumlah mahasiswa tengah berfoto di depan gedung rektorat. Mereka baru saja menyelesaikan agenda akademik penting berupa seminar proposal dan ujian komprehensif sebelum insiden terjadi.

Sekretaris UNP, Erianjoni, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai kejadian yang menimpa warga kampusnya tersebut. Meski membenarkan adanya dua korban, pihak universitas belum memberikan detail kronologi secara mendalam terkait bagaimana peluru tersebut mengenai para korban.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Pihak kampus menjelaskan bahwa korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, untuk penanganan lebih lanjut, keduanya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo pada malam harinya.

Mahasiswi berinisial N dilaporkan mengalami luka serius di bagian paha karena terdapat proyektil peluru yang bersarang di dalamnya. Kondisi ini mengharuskan korban menjalani prosedur operasi segera guna mengeluarkan proyektil tersebut.

Sementara itu, korban pria berinisial G mengalami luka tembak pada bagian tangannya. Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis rumah sakit militer tersebut.

Insiden peluru nyasar di lingkungan UNP ternyata bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya pada tahun 2020, sebuah peluru pernah mengenai kaca gedung rektorat hingga pecah, meski saat itu tidak ada korban yang terluka.

Investigasi TNI dan Latihan Menembak

Lokasi kampus UNP sendiri memang terletak berseberangan dengan markas Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS). Pada saat kejadian, sedang berlangsung kegiatan latihan menembak di kawasan pangkalan militer tersebut.

Prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang diketahui tengah melakukan latihan senjata laras panjang sejak pagi hari. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq.

Taufiq menyatakan bahwa investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memastikan asal-usul peluru yang melukai warga sipil tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan secara langsung apakah proyektil itu berasal dari senjata anggotanya atau sumber lain.

Berikut adalah ringkasan fakta terkait insiden peluru nyasar di UNP:

  • Waktu kejadian berlangsung pada Selasa, 2 Juni, sekitar pukul 17.00 WIB.
  • Korban terdiri dari satu mahasiswi aktif dan satu warga sipil pria.
  • Lokasi kejadian berada di area lapangan gedung rektorat Universitas Negeri Padang.
  • Jarak antara lapangan latihan tembak ke lokasi kejadian diperkirakan sekitar 800 meter.
  • TNI Angkatan Darat bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan para korban.

Meskipun jarak antara area latihan dan kampus cukup jauh, Taufiq mengakui faktor alam terkadang sulit diprediksi secara logika. Ia menegaskan bahwa lapangan tembak yang digunakan sebenarnya sudah memenuhi standar keamanan berdasarkan penelitian teknis sebelumnya.

Saat ini, prioritas utama Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol adalah memastikan para korban mendapatkan perawatan medis terbaik. Evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan latihan akan segera dilakukan setelah hasil investigasi resmi keluar.

Identitas Korban Lokasi Luka Tindakan Medis
N (Mahasiswi FIS UNP) Paha (Proyektil bersarang) Operasi pengangkatan proyektil
G (Warga Sipil) Bagian Tangan Perawatan intensif di RST

Tabel di atas merangkum kondisi medis kedua korban yang saat ini sedang dalam penanganan serius di rumah sakit. Pihak TNI berkomitmen untuk transparan dalam proses penyelidikan hingga kasus ini tuntas.

Artikel terkait

Rekomendasi