Pemerintah Yunani Larang Fasilitas Turis di 251 Pantai

Pemerintah Yunani Larang Fasilitas Turis di 251 Pantai
Foto: Ilustrasi Pemerintah Yunani Larang Fasilitas Turis di 251 Pantai.

Pemerintah Yunani secara resmi menetapkan daftar 251 pantai yang harus dipertahankan dalam kondisi alami tanpa fasilitas komersial seperti payung dan kursi jemur sewaan pada Jumat (24/4/2026). Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah tegas dalam mengatasi dampak kelebihan pariwisata atau overtourism yang mengancam kelestarian ekosistem pesisir.

Larangan penggunaan fasilitas berjemur tersebut mencakup wilayah daratan hingga kepulauan guna menekan aktivitas wisata yang melebihi kapasitas. Dilansir dari Detik Travel, upaya ini merupakan bagian dari perlindungan area yang memiliki nilai ekologis khusus di seluruh negeri.

"Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan perlindungan yang efektif terhadap pantai-pantai yang memiliki nilai estetika, geomorfologis, atau ekologis yang khusus, serta pelestarian jenis-jenis habitat dan spesies tumbuhan serta hewan yang terdapat di pantai-pantai tersebut," bunyi keterangan Pemerintah Yunani.

Lokasi-lokasi yang masuk dalam daftar lindung ini sebagian besar merupakan bagian dari situs perlindungan laut Natura 2000. Kawasan tersebut menjadi habitat krusial bagi spesies yang terancam punah, termasuk anjing laut biksu dan penyu tempayan.

Data menunjukkan tren peningkatan jumlah pantai yang dilarang menggunakan fasilitas sunbed dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024 terdapat 198 pantai, meningkat menjadi 238 pantai pada tahun 2025, hingga mencapai 251 lokasi pada daftar terbaru tahun ini.

Tindakan penertiban juga menyasar bangunan ilegal di sepanjang pesisir, seperti pembongkaran gubuk di Pulau Gavdos yang melibatkan personel kepolisian karena risiko pemicu kebakaran. Di Pulau Milos, pembangunan hotel di area vulkanis Sarakiniko juga memicu kontroversi serupa terkait pelestarian alam.

Kekhawatiran mendalam disuarakan oleh otoritas lokal di wilayah kepulauan Cyclades dan Dodecanese sejak akhir tahun lalu. Para pemimpin daerah tersebut memberikan peringatan keras bahwa lonjakan wisatawan yang tidak terkendali mulai mengancam keberadaan pulau-pulau mereka secara fisik dan sosial.

Berdasarkan catatan bank sentral Yunani, negara ini menerima kunjungan hampir 38 juta wisatawan sepanjang tahun 2025, di luar penumpang kapal pesiar. Meski pemerintah telah memperluas taman nasional laut, kebijakan ini tetap mendapat kritik karena adanya izin pengeboran gas di Laut Ionia yang dianggap kontradiktif.

Artikel terkait

Rekomendasi