PT Xactie Indonesia PHK 350 Karyawan di Depok Akibat Tekanan Ekonomi

PT Xactie Indonesia PHK 350 Karyawan di Depok Akibat Tekanan Ekonomi
Foto: Ilustrasi PT Xactie Indonesia PHK 350 Karyawan di Depok Akibat Tekanan Ekonomi.

Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali melanda industri nasional setelah PT Xactie Indonesia di Depok, Jawa Barat, resmi melakukan PHK terhadap 350 karyawan dan menutup operasional perusahaan pada Senin (25/5/2026).

Dilansir dari Media Indonesia, penutupan pabrik berorientasi ekspor tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi global yang berat serta kelesuan pasar internasional.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa langkah efisiensi ini menjadi bukti riil dari peringatan yang telah disampaikan pihaknya sejak awal April 2026.

"Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xactie di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti," ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya di Jakarta.

Said Iqbal menjelaskan bahwa konflik internasional yang berkepanjangan memicu lonjakan harga bahan baku impor, sementara mata uang Rupiah terus tertekan terhadap dolar sehingga biaya produksi membengkak tajam.

"Para pekerja mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan, ditambah penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati," tambah Said Iqbal.

Berdasarkan catatan KSPI, fenomena pengurangan tenaga kerja ini juga meluas ke wilayah lain seperti Banten yang melanda PT Shewa, Luncheong, PT PWI, dan pemangkasan 279 pekerja di Nikomas. Di Karawang, penutupan satu pabrik berdampak pada 295 pekerja serta efisiensi di perusahaan lain sebanyak 294 orang, sedangkan di Sidoarjo terdapat PHK terhadap 200 pekerja CV Asri.

Said Iqbal memperingatkan ancaman serupa masih berpotensi menghantui sektor otomotif dan turunannya dalam tiga bulan ke depan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, KSPI dan Partai Buruh kini mendesak optimalisasi Satgas Mitigasi PHK serta membuka Posko Orange sebagai pusat advokasi.

Artikel terkait

Rekomendasi