Wuling Ekspor SUV Eksion Rakitan Cikarang ke Brunei Darussalam

Wuling Ekspor SUV Eksion Rakitan Cikarang ke Brunei Darussalam
Foto: Ilustrasi Wuling Ekspor SUV Eksion Rakitan Cikarang ke Brunei Darussalam.

Wuling Motors resmi mengumumkan rencana ekspor perdana model SUV terbaru mereka, Eksion, yang diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat, menuju pasar Brunei Darussalam pada Mei 2026 mendatang. Langkah ekspansi internasional ini dilakukan sesaat setelah peluncuran resmi kendaraan tersebut di Jakarta Selatan pada Rabu (22/4/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detik Oto, proses perakitan unit dilakukan sepenuhnya secara lokal di fasilitas Deltamas, Cikarang. Brunei Darussalam dipilih menjadi negara tujuan pertama karena kesuksesan pengiriman model Darion yang telah dilakukan produsen asal Tiongkok tersebut sebelumnya.

Pihak manajemen menekankan bahwa penetrasi ke pasar mancanegara menjadi prioritas utama bagi produk anyar ini. Selain itu, kondisi pasar di Brunei yang didominasi oleh segmen SUV memberikan optimisme tersendiri bagi perusahaan.

"Eksion tentu menjadi fokus kita juga untuk pasar ekspor dan negara pertama juga adalah negara Brunei Darussalam yang sebelumnya sudah diekspor untuk produk sebelumnya Darion," ujar Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors.

Meskipun volume unit untuk pengapalan awal belum dipaparkan secara mendetail, Wuling memastikan bahwa distribusi akan segera dimulai dalam waktu dekat. Estimasi pengiriman pertama ditargetkan terlaksana pada bulan depan.

"Jumlahnya belum ada informasi detail, tapi rasanya di pasar Brunei juga segmen SUV cukup menjadi segmen yang dominan," tambah Ricky Christian.

Wuling juga mencatatkan pencapaian dalam penggunaan komponen dalam negeri untuk lini produksi mereka. Mobil SUV ini telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai melampaui angka 40 persen.

"Per bulan depan harusnya sudah bisa jalan secara estimasi," lanjut Ricky Christian.

Penegasan mengenai standar lokal tersebut menunjukkan kesiapan produk rakitan Indonesia untuk bersaing di level global. Nilai TKDN tersebut dianggap kompetitif untuk memperkuat ekosistem industri otomotif nasional.

"Yang Eksion ini (TKDN) lebih dari 40 persen, sudah lebih dari 40 persen," tegas pihak Wuling.

Kementerian Perindustrian memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis yang diambil perusahaan dalam memproduksi kendaraan ramah lingkungan di tanah air. Pemerintah menilai inovasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan elektrifikasi.

"Luar biasa sore ini bisa berkumpul dalam peluncuran Wuling Eksion," ujar Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian.

Faisol Riza juga mengapresiasi ketersediaan opsi teknologi penggerak yang ditawarkan pada model ini. Kendaraan tersebut hadir dengan pilihan mesin Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicle (EV).

"Sebuah kendaraan SUV yang inovatif. Kami atas nama pemerintah mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya SUV produksi lokal dengan poilihan PHEV dan EV," kata Faisol Riza.

Program lokalisasi produksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi melalui jalur ekspor. Integrasi teknologi hijau menjadi poin penting dalam sambutan pemerintah tersebut.

"Dalam rangka mendukung industri otomotif nasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis elekttifikasi," jelas Faisol Riza.

Artikel terkait

Rekomendasi