Wuling Motors resmi memperkenalkan Wuling Eksion varian EV dan PHEV di Jakarta pada April 2026. Kehadiran SUV 7-seater ini menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan kendaraan keluarga ramah lingkungan tanpa perlu khawatir soal daya jelajah.
Dilansir dari Suara, produsen otomotif tersebut menawarkan solusi ganda bagi masyarakat Indonesia. Konsumen diberikan kebebasan memilih antara mobilitas murni listrik atau kombinasi mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.
Varian Wuling Eksion EV sepenuhnya mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Penggunaan dinamo ini memastikan kabin kendaraan tetap senyap dan operasionalnya seratus persen bebas emisi karbon.
Berbeda dengan saudaranya, tipe Plug-in Hybrid (PHEV) mengombinasikan mesin bensin berkapasitas 1.5L dengan motor listrik pintar. Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengemudi saat menghadapi kemacetan panjang di rute antarkota.
Adu Jarak Tempuh dan Kapasitas Baterai
Wuling Eksion EV dibekali baterai berkapasitas 69,2 kWh yang mampu menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm. Dalam kondisi daya penuh, mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 530 km, sehingga sangat ideal untuk kebutuhan transportasi harian di dalam kota.
Sementara itu, tipe PHEV menggunakan baterai yang lebih ringkas sebesar 20,5 kWh dengan teknologi Dedicated Hybrid Transmission. Meski jarak tempuh baterai murninya hanya 125 km, total jangkauannya mencapai angka fantastis yakni 1.000 km saat dipadukan dengan tangki bensin penuh.
Konektivitas Pengisian Daya Cepat
Meskipun memiliki teknologi penggerak yang berbeda, kedua model ini tetap mengusung kemudahan dalam pengisian energi. Wuling menyematkan fitur DC fast charging dengan standar CCS2 pada varian EV maupun PHEV.
Teknologi pengisian daya cepat ini menjamin proses pengisian baterai di fasilitas umum seperti rest area menjadi lebih singkat. Pengguna cukup menyesuaikan pilihan tipe kendaraan dengan rutinitas harian serta gaya hidup perjalanan mereka.