Tujuh WNI Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor

Tujuh WNI Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor
Foto: Ilustrasi Tujuh WNI Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor.

Sebanyak tujuh warga negara Indonesia (WNI) ditemukan meninggal dunia setelah sebuah kapal tenggelam di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Rabu (13/5/2026). Musibah ini melibatkan total 37 WNI, di mana 23 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh otoritas setempat.

Data korban jiwa tersebut dikonfirmasi oleh Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penemuan jenazah ini memperbarui data pencarian dari 14 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di lokasi kejadian.

"7 orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat," katanya dalam pesan singkat, Rabu (13/5/2026).

Heni menjelaskan bahwa tim penyelamat masih terus melakukan penyisiran di area kecelakaan untuk mencari sisa korban. Berdasarkan laporan terkini, terdapat tujuh orang lainnya yang statusnya masih dinyatakan hilang dan berada dalam proses pencarian intensif.

Pemerintah Indonesia menyoroti kendala administratif yang dihadapi dalam proses identifikasi para penyintas maupun korban tewas. Menurut Heni, sebagian besar WNI yang berada di kapal tersebut tidak memiliki dokumen perjalanan resmi atau paspor.

"Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya," tutur Heni.

Kementerian Luar Negeri berencana mengirimkan tim khusus guna melacak keberadaan keluarga para korban. Dugaan sementara menunjukkan bahwa para WNI tersebut berasal dari wilayah Sumatra Utara, sehingga koordinasi di tingkat domestik akan segera dilakukan.

Langkah koordinasi juga diperluas ke wilayah Malaysia melalui perwakilan diplomatik di Kuala Lumpur. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus menjalin komunikasi dengan Polis Maritim Malaysia guna memastikan penanganan seluruh korban berjalan lancar.

"Dan akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan," ucapnya.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan laut yang melibatkan WNI di jalur perairan menuju Malaysia. Menutup keterangannya, pihak kementerian menyampaikan duka cita mendalam sekaligus peringatan keras mengenai risiko keamanan bagi masyarakat yang menempuh jalur migrasi tidak resmi.

Artikel terkait

Rekomendasi