Seorang warga negara asing asal Australia berinisial J diamankan petugas setelah melakukan aksi meresahkan dengan berteriak di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Kamis (16/4) dini hari. Pria tersebut diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat baru saja mendarat di Pulau Dewata.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, kegaduhan bermula ketika J mengonsumsi minuman beralkohol sesaat setelah tiba dari negaranya. Tindakan tersebut memicu keributan yang memaksa pihak keamanan bandara melakukan pengamanan dan membawa pelaku ke Polres Bandara sebelum akhirnya diserahkan ke Satpol PP Badung.
Komandan Regu Satpol PP Badung BKO Kuta, I Wayan Suantara menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi pelaku yang kehilangan kendali. Petugas menjemput J sekitar pukul 08.30 Wita untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Satpol PP BKO Kuta.
"Dia memang mengamuk karena sempat kena pengaruh alkohol," ujar I Wayan Suantara, Komandan Regu Satpol PP Badung BKO Kuta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan adanya indikasi gangguan kejiwaan pada warga Australia tersebut. J memberikan pengakuan bahwa dirinya mengonsumsi whisky hingga mencapai kondisi mabuk berat yang membuatnya tidak sadar akan keributan yang telah ditimbulkan.
"Itu pun dia tidak menyadari dirinya kalau sempat bikin kegaduhan. Istilahnya lose control," kata I Wayan Suantara, Komandan Regu Satpol PP Badung BKO Kuta.
Penyebab tindakan nekat ini diduga berkaitan dengan masalah personal yang sedang dialami oleh J. Pelaku mengaku bahwa dirinya sedang mengalami perselisihan rumah tangga dengan istrinya di Australia sehingga ia memutuskan untuk mencoba meminum alkohol meskipun sebelumnya bukan seorang peminum.
"Dia sebenarnya bukan peminum atau perokok. Dia karena ada masalah sama istrinya di negaranya. Akhirnya dia coba-cobalah artinya minum whisky. Menurut pengakuannya dia," jelas I Wayan Suantara, Komandan Regu Satpol PP Badung BKO Kuta.
Meskipun sempat terjadi ketegangan di lokasi kejadian, tidak dilaporkan adanya kerusakan fasilitas bandara maupun korban luka-luka. Setelah kondisi J dinilai stabil dan pemeriksaan selesai, petugas mengantarnya menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya di kawasan Uluwatu.