Wisatawan Telusuri Sejarah Kolonial Melalui Tur Jalan Kaki Kota Tua

Wisatawan Telusuri Sejarah Kolonial Melalui Tur Jalan Kaki Kota Tua
Foto: Ilustrasi Wisatawan Telusuri Sejarah Kolonial Melalui Tur Jalan Kaki Kota Tua.

Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menyelenggarakan tur jalan kaki bertajuk Oud Batavia en Omstreken: Then & Now untuk mengedukasi wisatawan mengenai sejarah kolonial pada Selasa, 7 April 2026.

Dilansir dari Detik Travel, kegiatan ini dipandu oleh Gilang Ramadhan dari Free Guided Tour UPK Kota Tua yang membawa rombongan menelusuri jejak Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sejak abad ke-17.

Penjelajahan dimulai dengan pembahasan mengenai peran Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, yang memerintahkan penghancuran Jayakarta pada 1619 untuk membangun Batavia di atas reruntuhannya.

"Nama Kota Batavia itu diambil dari nama etnis orang Belanda yaitu etnis Batavi. Mereka asalnya dari Jerman dan dianggap sebagai nenek moyangnya orang Belanda," kata Gilang Ramadhan, Pemandu Free Guided Tour UPK Kota Tua.

Pemandu juga memaparkan visual peta Batavia tahun 1700-an serta arsip tata kota karya Johannes Rach, anggota militer asal Denmark yang menetap di wilayah tersebut pada era 1800-an.

Rute perjalanan kemudian berlanjut menuju gedung Museum Seni Rupa dan Keramik yang awalnya berfungsi sebagai Raad van Justitie atau Gedung Departemen Kehakiman saat dibangun pada 1866.

Struktur bangunan yang dirancang oleh arsitek Van Raders tersebut sempat beralih fungsi menjadi asrama tentara Jepang pada 1943 dan menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 1962.

Transformasi menjadi museum dimulai pada era 1970-an saat diresmikan sebagai Balai Seni Rupa sebelum akhirnya digabung dengan koleksi sumbangan Asosiasi Keramik Indonesia di bawah pemerintahan Gubernur Ali Sadikin.

Museum Seni Rupa dan Keramik saat ini melayani pengunjung setiap Selasa hingga Jumat dengan tiket masuk Rp 10.000, serta menyediakan jam operasional malam hingga pukul 20.00 pada akhir pekan.

Artikel terkait

Rekomendasi