Wisatawan Asal Gresik Padati TMII Selama Libur Panjang

Wisatawan Asal Gresik Padati TMII Selama Libur Panjang
Foto: Ilustrasi Wisatawan Asal Gresik Padati TMII Selama Libur Panjang.

Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Cipayung, Jakarta Timur, dipenuhi oleh ribuan wisatawan yang memanfaatkan momen libur panjang pada Minggu (3/5/2026). Peningkatan jumlah pengunjung ini terlihat di berbagai titik, mulai dari antrean moda transportasi shuttle hingga area kereta gantung.

Dilansir dari Detik Travel, keramaian tersebut salah satunya dipicu oleh penyelenggaraan acara komunitas daerah di area anjungan. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga warga perantauan dari luar daerah yang sedang berkumpul.

Halilah, seorang warga asal Pulau Bawean yang menetap di Jakarta, menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menghadiri pertemuan besar bersama komunitas asalnya. Penyelenggaraan acara ini menjadi magnet bagi warga Gresik yang tinggal di sekitar ibu kota untuk mendatangi TMII.

"Kebetulan tanggal ini kami ada event di Anjungan Jawa Timur, Festival Budaya Gresik. Karena kami dari Gresik, tepatnya di Pulau Bawean. Pokoknya dari Komunitas Kampung Bawean se-Jabodetabek pada kumpul di mari," kata Halilah.

Pihak penyelenggara komunitas juga telah mengoordinasikan pendaftaran bagi peserta agar bisa menikmati fasilitas di dalam area wisata secara gratis. Halilah menuturkan bahwa kemudahan akses pendaftaran tersebut sudah mencakup kebutuhan konsumsi selama acara berlangsung.

"Kita disuruh jaga teras katanya, nyantai aja," kata Halilah.

Anshorudin, suami dari Halilah, mengaku telah lama mengenal kawasan wisata ini sebagai destinasi keluarga yang ikonik. Ia menceritakan pengalamannya berkunjung ke lokasi tersebut sejak masa kepemimpinan Presiden Soeharto setelah menghadiri agenda di Cibubur.

"Sudah banyaklah (berkunjung). Dari zaman Bu Tin, dulu di Jambore Cibubur baru ke sini," ujar Anshorudin.

Meskipun sang suami sudah sering datang, Halilah mengungkapkan fakta berbeda mengenai intensitas kunjungan mereka sebagai pasangan. Ia menyebutkan bahwa keikutsertaannya dalam rombongan kali ini merupakan kesempatan langka setelah puluhan tahun berumah tangga.

"Sekarang setelah berumah tangga, selama aku jadi istrinya 30 tahun lebih, nggak pernah ke Taman Mini (diajak suami). Aku curhat ama dirimu lho," kata Halilah.

Kualitas fasilitas dan aksesibilitas pascarevitalisasi mendapat apresiasi dari para pengunjung lansia tersebut. Halilah menekankan bahwa kemudahan transportasi publik menuju lokasi dan ketersediaan shuttle internal sangat mendukung kenyamanan pengunjung.

"Aku naik busway, murmer (murah meriah), enak, cuma Rp 3.500," kata Halilah.

Penggunaan armada transportasi internal gratis yang disebut Angling juga dinilai sangat efisien bagi mobilitas pengunjung antar-anjungan. Halilah mengaku telah menggunakan layanan tersebut berkali-kali untuk mencapai lokasi festival budaya yang ia hadiri.

"Enak, kalau bisa dibawa pulang, aku bawa pulang ke daerahku buat jalan-jalan. Area istirahatnya juga memadai menurut aku, sejuk," kata Halilah.

Para wisatawan berharap agar pengelola tetap menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan fasilitas gratis bagi para ibu. Keamanan dan kesejukan area taman menjadi poin utama yang diharapkan terus dipertahankan demi kenyamanan pengunjung di masa mendatang.

"Harapannya ya pokoknya semakin bagus, semakin sejuk, aman, pelayanannya memuaskan, ke mana-mana wira-wirinya gampang dan dekat. Dan bagi kami, khusus emak-emak, banyakin hal-hal yang gratis-gratis. Biasa dong!" ujar Halilah.

Artikel terkait

Rekomendasi