PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 2,53 triliun sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan proyek di sektor industri penunjang konstruksi, infrastruktur, hingga perbaikan jalan dan sungai di wilayah Sumatera.
Dilansir dari Kompas, realisasi kontrak tersebut menjadi cerminan berlanjutnya kepercayaan para pemegang obligasi dan sukuk. Hal ini juga dinilai memperkuat upaya transformasi serta keberlanjutan usaha yang sedang dijalankan oleh perusahaan.
Struktur kontrak baru perusahaan pada periode tiga bulan pertama tahun ini mayoritas berasal dari sektor industri penunjang konstruksi. Precast Industry memberikan kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp 909,26 miliar.
Selain sektor penunjang, pundi-pundi kontrak WIKA juga bersumber dari berbagai lini bisnis lainnya. Sektor tersebut mencakup proyek infrastruktur, gedung, manufaktur, properti, hingga investasi yang berasal dari anggaran pemerintah (APBN) maupun mitra swasta.
Salah satu fokus utama pengerjaan WIKA saat ini adalah proyek penanganan darurat Jalan Nasional ruas SibolgaÔÇôPadang Sidempuan di Sumatera. Proyek dengan nilai Rp 205,69 miliar tersebut bertujuan untuk memperbaiki akses mobilitas logistik dan masyarakat.
Sejauh ini, progres fisik pengerjaan di lapangan dilaporkan telah mencapai angka 7 persen. Fokus tim saat ini diarahkan pada pemulihan jalur agar akses lalu lintas dapat kembali dilalui oleh warga dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
WIKA memproyeksikan penanganan darurat pada jalan nasional ini akan tuntas pada Desember 2026. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor stabilitas lereng serta kondisi cuaca di lokasi proyek yang cukup dinamis.
Ruang lingkup pekerjaan utama meliputi penggantian Jembatan Garoga 2, perbaikan Box Garoga 3, serta penanganan area lereng atas di kawasan Goa Jepang. Pekerjaan tersebut mencakup penguatan badan jalan dan sistem drainase sementara.
Saat ini, para pekerja sedang melakukan stabilisasi lereng menggunakan metode soil nailing serta pembangunan jalur alternatif atau detour. Selain itu, dilakukan juga persiapan pemasangan jembatan bailey dan normalisasi aliran air untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Rehabilitasi Sungai Tukka
Memasuki bulan Maret 2026, WIKA juga berhasil mengamankan proyek Rehabilitasi Sungai Tukka dengan total nilai Rp 109,46 miliar. Kesepakatan pengerjaan proyek ini direncanakan berlangsung hingga penutupan tahun pada 31 Desember 2026.
Agenda utama dalam proyek ini mencakup pengendalian prasarana di Sungai Tukka, pembangunan unit sabodam, serta pengendalian sedimen. Pengendalian juga menyasar anak sungai lainnya, yakni Sungai Sigala-Gala.
Keberadaan sabodam nantinya akan berfungsi sebagai penahan sedimen serta material debris. Fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan retaining wall guna melindungi area bantaran sungai dari risiko pengikisan atau gerusan aliran air yang deras.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengungkapkan bahwa raihan ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan pasar terhadap kapasitas perusahaan tetap terjaga. WIKA berkomitmen untuk terus mengerjakan proyek strategis nasional dengan standar kualitas tinggi.
"Perolehan kontrak baru ini menunjukkan kepercayaan yang terus terjaga terhadap WIKA dalam mengerjakan proyek-proyek strategis. Kami akan terus fokus pada proyek yang berkualitas dan memberikan nilai tambah, sekaligus mendukung pencapaian Asta Cita Pemerintah bagi masyarakat," kata Agung Budi Waskito.