Waskita Karya Kurangi Beban Utang dan Bukukan Kenaikan Laba Bruto

Waskita Karya Kurangi Beban Utang dan Bukukan Kenaikan Laba Bruto
Foto: Ilustrasi Waskita Karya Kurangi Beban Utang dan Bukukan Kenaikan Laba Bruto.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp 8,82 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini diiringi dengan pertumbuhan laba bruto sebesar 12 persen menjadi Rp 1,58 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (08/05/2026).

Dilansir dari Kompas, emiten konstruksi berkode saham WSKT ini mengalami peningkatan margin keuntungan jika dibandingkan dengan perolehan laba bruto tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 1,41 triliun. Perseroan mengklaim perbaikan kinerja ini merupakan hasil dari proses penyehatan yang telah berjalan.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa perusahaan secara berkelanjutan terus mengupayakan pemulihan performa operasional dan finansial. Langkah tersebut dilakukan secara konsisten melalui kerangka restrukturisasi yang telah ditetapkan sejak tahun 2023.

"Strategi penyehatan keuangan konsisten dilakukan melalui implementasi MRA (Master Restructuring Agreement). Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp 26,2 triliun menjadi Rp 24,1 triliun," kata Ermy, dikutip Rabu (13/05/2026).

Pengurangan beban keuangan juga terlihat dari penurunan total utang perusahaan sebesar 20,16 persen, dari sebelumnya Rp 84 triliun pada 2023 menjadi Rp 67,1 triliun pada akhir 2025. Perusahaan turut mencatat penurunan beban bunga dari Rp 4,34 triliun menjadi Rp 4,00 triliun setelah penandatanganan kesepakatan dengan 21 perbankan.

Selain itu, efisiensi terlihat pada penyelesaian kewajiban vendor past due yang anjlok 96,1 persen hingga tersisa Rp 63,4 miliar. Sektor perpajakan juga dilaporkan telah bersih dari tunggakan pajak lama sejak tahun 2024.

Terkait kewajiban surat utang, perusahaan telah menyalurkan pembayaran kupon untuk dua seri obligasi dan satu sukuk dengan total nilai mencapai Rp 707 miliar hingga penghujung 2025. Proses restrukturisasi untuk obligasi non-penjaminan senilai Rp 3,35 triliun juga terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Pertumbuhan juga terjadi pada sisi perolehan kontrak. Waskita Karya membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 12,52 triliun pada 2025, melonjak dibandingkan realisasi periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 9,5 triliun.

Dalam rapat tahunan tersebut, pemegang saham sepakat untuk mempertahankan komposisi manajemen lama guna menjaga kesinambungan transformasi perusahaan. Jajaran direksi dan komisaris tetap bertugas untuk mengeksekusi rencana strategis yang telah disusun sebelumnya.

"Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," ujar Ermy.

Manajemen menegaskan akan tetap fokus pada penguatan fondasi bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Hingga saat ini, proses persetujuan restrukturisasi untuk satu seri obligasi yang tersisa masih terus berjalan.

Artikel terkait

Rekomendasi