Warga Ciledug Keluhkan Motor Modifikasi Penimbun BBM di SPBU Mencong

Warga Ciledug Keluhkan Motor Modifikasi Penimbun BBM di SPBU Mencong
Foto: Ilustrasi Warga Ciledug Keluhkan Motor Modifikasi Penimbun BBM di SPBU Mencong.

Warga di sekitar SPBU Mencong, Ciledug, Kota Tangerang, mengungkapkan keresahan terhadap maraknya sepeda motor modifikasi yang diduga menimbun BBM usai insiden terbakarnya satu unit Suzuki Thunder pada Minggu (19/4/2026). Kendaraan tersebut disinyalir sering melakukan pengisian bahan bakar dalam kapasitas besar untuk dijual kembali secara ilegal.

Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, praktik pengisian BBM berlebih ini lazim dilakukan oleh pengendara motor tertentu yang memiliki tangki berukuran tidak wajar. Seorang warga setempat bernama Agung (nama samaran) mengonfirmasi bahwa motor dengan spesifikasi serupa kerap memenuhi area SPBU tersebut setiap harinya.

"Itu motor-motor Madura itu, yang suka isi-isi bensin buat dijual lagi,ÔÇØ ujar Agung.

Modifikasi pada bagian tangki menjadi ciri utama kendaraan yang dicurigai sebagai penimbun tersebut. Kapasitas penampungan bahan bakar yang telah diubah memungkinkan motor tersebut membawa volume bensin jauh di atas standar pabrikan yang biasanya hanya berkisar lima liter.

ÔÇ£Kapasitasnya banyak banget. Sekali isi bisa sampai ratusan ribu. Normalnya motor kan paling lima liter,ÔÇØ kata Agung.

Keberadaan motor-motor ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan konsumen lain yang sedang mengantre di SPBU. Selain memakan waktu lama, durasi pengisian yang sangat panjang sering menyebabkan antrean mengular hingga keluar area pengisian.

ÔÇ£Kalau orang lain isi paling Rp 30.000, itu dua motor saja bisa habis Rp 300.000 sampai Rp 450.000. Makanya saya paling malas kalau isi BBM di sana terus di depan saya ada motor itu,ÔÇØ jelas Agung.

Ketegangan antar-konsumen seringkali tidak terhindarkan akibat praktik ini. Agung mengaku dirinya sudah berulang kali memberikan teguran langsung kepada para pengendara motor modifikasi tersebut karena merasa haknya sebagai konsumen terhambat.

"Kadang saya suka kesal juga di sini. Kalau mereka mau ngisi bensin di depan situ, kadang saya serobot saja," kata Agung.

Selain masalah antrean, faktor keamanan menjadi kekhawatiran utama warga mengingat risiko kebakaran yang sangat tinggi akibat tangki yang melebihi beban. Insiden motor terbakar pada akhir pekan lalu menjadi bukti nyata dari bahaya yang mengintai di lokasi publik tersebut.

"Harusnya ada kebijakan atau pembatasan, karena ini bahaya dan menggangu,ÔÇØ ucap Agung.

Artikel terkait

Rekomendasi