Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan respons terkait surat keluhan dari pelaku usaha asal China. Keluhan yang disampaikan melalui China Chamber tersebut menyoroti berbagai tantangan investasi di tanah air.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, memandang surat tersebut sebagai masukan yang wajar. Menurutnya, hal itu mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi para penanam modal dalam menjalankan usahanya di Indonesia.
Dilansir dari Investor Daily, keresahan tersebut berasal dari organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China. Kendati demikian, pemerintah menanggapi catatan dari para investor tersebut sebagai sinyal positif untuk perbaikan kebijakan ke depan.
"Surat itu adalah surat kerisauan yang ada pada pelaku investasi China yang terkorelasi dengan China Chambers. Itu hal yang wajar-wajar saja," ungkap Todotua di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Pemerintah saat ini tengah fokus untuk memastikan stabilitas dan daya saing iklim penanaman modal. Berbagai faktor seperti ketersediaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas tetap menjadi nilai jual utama Indonesia di mata global.
Todotua menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif. Langkah ini diharapkan mampu menjaga posisi Indonesia sebagai destinasi utama bagi arus modal internasional.
Fokus utama dalam periode pemerintahan sekarang adalah akselerasi program hilirisasi industri. Sektor-sektor strategis mulai dari pertambangan hingga agrikultur terus didorong agar mampu menghasilkan nilai tambah tinggi melalui pengolahan di dalam negeri.
"Tugas kita paling pertama menciptakan iklim investasi yang kondusif dan baik," pungkasnya.