Bursa Saham Wall Street Menguat Pasca Perpanjangan Gencatan Senjata Iran

Bursa Saham Wall Street Menguat Pasca Perpanjangan Gencatan Senjata Iran
Foto: Ilustrasi Bursa Saham Wall Street Menguat Pasca Perpanjangan Gencatan Senjata Iran.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu (22/4/2026) setelah Presiden Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Dilansir dari Money, optimisme pasar juga didorong oleh rilis laporan keuangan kuartal pertama dari sejumlah emiten besar yang melampaui ekspektasi.

Indeks S\&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 1,05 persen hingga mencapai level 7.137,90. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terapresiasi 340,65 poin atau 0,69 persen ke posisi 49.490,03, yang menunjukkan tren positif pada sektor industri utama.

Lonjakan signifikan terjadi pada Nasdaq Composite yang naik 1,64 persen menjadi 24.657,57. Indeks berbasis teknologi ini sempat menyentuh rekor intraday tertinggi sepanjang sejarah di tengah meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Donald Trump mengumumkan keputusan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu tak lama setelah penutupan perdagangan Selasa. Ia berdalih langkah ini diambil karena melihat adanya perpecahan serius di internal pemerintahan Iran saat ini.

"Berdasarkan fakta bahwa pemerintah Iran sedang mengalami perpecahan serius, yang tidak mengejutkan, serta atas permintaan Field Marshal Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menahan serangan terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menghasilkan proposal yang terpadu," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah AS tetap menyiagakan kekuatan militer di kawasan tersebut meski diplomasi sedang diupayakan. Trump menegaskan bahwa blokade akan terus berlangsung selama proses diskusi mengenai proposal perdamaian berjalan.

"Ia menambahkan telah menginstruksikan militer AS untuk tetap melanjutkan blokade dan berada dalam kesiapan penuh, sekaligus memperpanjang gencatan senjata hingga proposal tersebut diajukan dan proses diskusi selesai," ungkap Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social.

Ketegangan sebenarnya masih membayangi jalur perdagangan energi dunia setelah angkatan laut Iran menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz. Situasi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah Brent hingga melampaui 100 dollar AS per barel akibat terbatasnya akses distribusi.

Kondisi geopolitik yang belum stabil ini tidak menyurutkan minat investor untuk tetap masuk ke pasar ekuitas. Ben Fulton melihat bahwa fokus pelaku pasar saat ini telah bergeser pada fundamental perusahaan yang kuat.

"Pekan lalu saya mengatakan risiko ada di sisi kenaikan. Pergerakan pasar begitu cepat, sekarang saya melihat risikonya justru berada di sisi penurunan. Ini saatnya menempatkan isu tersebut di belakang dan tetap berpegang pada strategi," ujar Ben Fulton, Chief Executive Officer WEBs Investments.

Sektor korporasi memberikan kontribusi besar bagi penguatan indeks dengan laporan pendapatan yang impresif. Saham Boeing tercatat melonjak 5,5 persen, sementara GE Vernova melesat hampir 14 persen setelah pendapatan mereka melampaui proyeksi pasar.

Data FactSet menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen perusahaan dalam indeks S\&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil mengalahkan estimasi para analis. Hingga saat ini, proses pembicaraan damai masih tertunda karena kurangnya komitmen dari pihak Teheran.

Artikel terkait

Rekomendasi