Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap melakukan kunjungan resmi ke Republik Rakyat China (RRC). Lawatan tingkat tinggi ini dilakukan untuk memenuhi undangan langsung dari Presiden Xi Jinping.
Dilansir dari Internasional, kunjungan pemimpin Kremlin tersebut bertepatan dengan momentum perayaan 25 tahun Traktat Persahabatan, Kerja Sama, dan Hubungan Bertetangga Baik. Perjanjian tersebut selama ini menjadi fondasi utama dalam arsitektur hubungan bilateral kedua negara.
Pihak Kremlin menyatakan bahwa dalam pertemuan bilateral nanti, Vladimir Putin dan Xi Jinping akan membedah sejumlah isu strategis. Pembahasan meliputi upaya memperkokoh kemitraan komprehensif serta perluasan kerja sama taktis antara Federasi Rusia dan China.
Selain hubungan bilateral, kedua kepala negara dijadwalkan saling bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan internasional. Situasi regional yang kian memanas juga menjadi salah satu fokus perhatian dalam diskusi mereka.
Putin dan Xi Jinping juga diagendakan menghadiri upacara pembukaan program Tahun Pendidikan Rusia-China (RussiaÔÇôChina Years of Education) untuk periode 2026ÔÇô2027. Agenda ini menjadi simbol penguatan hubungan di sektor sosial dan edukasi.
Rangkaian diskusi tingkat tinggi ini akan diakhiri dengan penandatanganan pernyataan bersama (joint statement). Langkah tersebut diikuti oleh pengesahan serangkaian kesepakatan antarpemerintah, perjanjian antardepartemen, serta dokumen kerja sama strategis lainnya.
Penguatan Sektor Ekonomi dan Investasi
Untuk mempertegas interaksi di bidang ekonomi, Vladimir Putin juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan Premier Dewan Negara RRC, Li Qiang. Pertemuan ini dirancang secara spesifik untuk membahas penguatan kerja sama finansial kedua negara.
Fokus utama dalam dialog bersama Li Qiang adalah menggenjot volume perdagangan bilateral. Selain itu, kedua pihak akan berupaya memacu realisasi berbagai proyek investasi baru antara Rusia dan China.