Sebuah upacara pemakaman di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Acara yang biasanya diselimuti duka tersebut justru berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah penari profesional.
Seperti dikutip dari Suara melalui laporan The Thaiger, upacara pemakaman yang menarik perhatian publik ini diselenggarakan pada 20 April 2026. Sosok yang berpulang diketahui merupakan seorang pria berusia 59 tahun bernama Winit.
Suasana semarak tercipta karena adanya aksi gemulai dari tiga penari berpakaian minim yang berjoget langsung di hadapan para pelayat dan peti jenazah. Lantunan musik keras mengiringi gerakan mereka sepanjang prosesi berlangsung.
Langkah tidak biasa yang diambil oleh pihak keluarga ini bukan tanpa alasan. Pergelaran tari tersebut sengaja diadakan demi memenuhi wasiat yang ditinggalkan oleh Winit sebelum dirinya mengembuskan napas terakhir.
Salah seorang anggota keluarga menjelaskan bahwa Winit dikenal sebagai pribadi yang sangat ceria semasa hidupnya. Almarhum menganggap momen kematian tidak semestinya diratapi secara berlebihan oleh orang-orang yang ditinggalkan.
"Mendiang sebelumnya pernah berpesan kepada keluarga agar jangan berduka saat ia meninggal dunia. Ia secara spesifik minta agar ada penari yang tampil di depan peti matinya," kata anggota keluarga.
Prosesi Hiburan Setelah Ritual Keagamaan
Berdasarkan laporan DailyNews, hiburan tersebut dimulai tepat setelah para biksu menyelesaikan ritual keagamaan adat dan kembali ke kuil. Pihak keluarga segera mendatangkan truk sistem suara bersama para penari ke area persemayaman.
Kehadiran musik dan tari-tarian ini langsung mengubah atmosfer rumah duka secara drastis pada malam itu. Warga sekitar dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga kelompok lansia, berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kemeriahan ini terus berlanjut hingga upacara kremasi yang digelar keesokan harinya, yakni pada 21 April 2026 di Wat Thepphanom Chuet. Bagi keluarga, langkah ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi untuk melepaskan kepergian Winit sesuai dengan karakter aslinya.
Tren Baru Perayaan Akhir Kehidupan
Fenomena merayakan kematian dengan suasana gembira ternyata bukan kali pertama terjadi di Thailand. Tren baru ini mulai memperlihatkan pergeseran cara masyarakat dalam memandang akhir hidup seseorang.
Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah dijumpai di Provinsi Loei saat upacara pelepasan seorang fotografer berusia 58 tahun. Acara tersebut jauh dari kesan suram karena dikemas layaknya kegiatan berkemah.
Kerabat serta sahabat mendiang fotografer tersebut berkumpul bersama sembari menyanyikan lagu-lagu favorit almarhum. Langkah itu dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap kepribadian sang fotografer yang selalu berpikiran positif semasa hidupnya.