Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki tertangkap basah saat melakukan aksi pencurian dompet menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik setelah diunggah ulang oleh akun Lambe Turah pada Minggu, 24 Mei 2026.
Seperti dilansir dari Suara, tayangan tersebut menampilkan momen emosional ketika anak di bawah umur tersebut diamankan oleh seorang pria yang sekaligus merekam peristiwa tersebut. Bocah itu tampak menangis histeris karena dirundung rasa takut.
Sambil menangis dengan nada suara yang terbata-bata, anak tersebut mengakui tindakannya. Ia bahkan meminta kepada pria yang mengamankannya agar rekaman video kejadian tersebut disebarluaskan ke media sosial.
ÔÇ£Viralin aja om. Saya berjanji. Maling dompetnya. Viralin aja om, maafin om, biar saya digebukin mamah saya,ÔÇØ ucap bocah tersebut dalam video.
Anak itu terus-menerus menyampaikan permohonan maaf dan berikrar tidak akan mengulangi perbuatan pidana tersebut. Tangisannya semakin mengeras sewaktu ia menyadari konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukannya.
ÔÇ£Saya berjanji om,ÔÇØ sambungnya.
Pria yang mengambil rekaman video kemudian melempar pertanyaan untuk memastikan apakah aksi kriminal tersebut baru pertama kali dilakukan atau sudah berulang.
ÔÇ£Ini duit aku. Baru ini doang,ÔÇØ jawabnya.
Di tengah interogasi informal tersebut, sang anak turut membeberkan struktur dan kondisi keluarganya saat ini. Ia menyatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia sehingga kini ia hanya hidup berdua bersama ibunya.
ÔÇ£Bapak saya udah meninggal om, mamak aja adanya om,ÔÇØ tuturnya dengan suara pelan.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri oleh komentar dari para pengguna internet. Banyak warganet yang mengaitkan tindakan nekat anak tersebut dengan faktor latar belakang sosial ekonomi serta lingkungan tempat tinggalnya.
ÔÇ£Mirip sama yang anak yang ngambil pedal sepeda,ÔÇØ tulis salah satu pengguna.
ÔÇ£Jangan dinormalisasi bawa ke polisi itu tugas polisi menangani anak-anak yang sudah melanggar hukum,ÔÇØ tulis netizen lainnya.
ÔÇ£Saya kok malah sedih ya, anak sekecil kayak gini kalau nggak ekonomi ya lingkungan yang maksa dia buat kayak gini. Saya tahu dia salah, semoga adek ini kapok dan bisa lebih baik lagi,ÔÇØ komentar warganet lainnya.