Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun revisi kebijakan mengenai Rencana Bisnis Bank (RBB). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran sektor perbankan dalam mendanai program-program prioritas pemerintah.
Plt Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung kebijakan OJK tersebut demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Penyelarasan RBB akan disesuaikan dengan pengelolaan APBD serta profil risiko yang dimiliki bank.
Dukungan Terhadap Program Ketahanan Pangan
Bank Bengkulu fokus mengarahkan penyaluran kredit pada sektor UMKM, terutama yang berkaitan dengan penyediaan logistik pangan. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda pemerintah pusat.
Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Bengkulu menyasar para pelaku UMKM yang bertindak sebagai pemasok kebutuhan dapur program tersebut. Skema ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha lokal sekaligus menjaga ketersediaan pangan.
Fokus utama penyaluran kredit Bank Bengkulu meliputi:
- Pemberdayaan petani komoditas unggulan seperti sawit dan kopi untuk meningkatkan produktivitas lahan.
- Pemberian modal usaha bagi UMKM yang menjadi penyuplai bahan baku sayur dan kebutuhan dapur program MBG.
- Optimalisasi penyaluran kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor perdagangan di wilayah Bengkulu.
- Sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan dana APBD agar lebih tepat sasaran secara ekonomi.
Fokus pada sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Bank Bengkulu berupaya memastikan setiap pembiayaan memiliki manajemen risiko yang terukur.
Strategi Pencapaian Target Kredit
Dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026, Bank Pembangunan Daerah (BPD) tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit. Bank Bengkulu sendiri menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit UMKM berada di kisaran 7 hingga 9 persen.
Selain fokus pada kredit program, bank daerah juga terus melakukan inovasi dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Langkah ini penting agar bank tidak hanya bergantung pada dana pemerintah daerah, tetapi juga mampu menarik minat nasabah umum.
Berikut adalah ringkasan target dan fokus strategi Bank Bengkulu:
| Aspek Strategis | Target dan Fokus Utama |
|---|---|
| Target Pertumbuhan Kredit UMKM | Berada pada kisaran 7% hingga 9% secara tahunan. |
| Sektor Prioritas Pangan | Petani sawit, petani kopi, dan pemasok bahan baku dapur. |
| Dukungan Program Pemerintah | Integrasi KUR dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). |
| Kolaborasi Bisnis | Penguatan bisnis melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank BJB. |
Tabel di atas merangkum arah kebijakan Bank Bengkulu dalam merespons dinamika regulasi dan kebutuhan pasar saat ini. Penguatan modal dan kolaborasi antarbank menjadi kunci stabilitas operasional mereka.
Melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB), Bank Bengkulu juga terus memperkuat struktur bisnisnya. Kerja sama dengan bank besar seperti Bank BJB diharapkan mampu meningkatkan daya saing bank daerah di kancah nasional.