Sejumlah produsen ponsel asal China seperti Vivo, Honor, dan Oppo dilaporkan tengah mengembangkan perangkat layar lipat dengan konsep bentang layar lebar atau horizontal. Langkah ini diambil guna mengikuti tren desain yang diprediksi akan diusung oleh Apple pada produk iPhone lipat mendatang, dilansir dari Tekno.
Vivo menjadi salah satu vendor yang paling santer dikabarkan sedang menyiapkan perangkat generasi terbaru bertajuk Vivo X Fold6. Berdasarkan informasi dari pembocor gadget Smart Pikachu, terdapat indikasi kuat mengenai perubahan bentuk fisik pada engsel dan bekas lipatan perangkat tersebut.
"Buat yang suka desain lipatan yang lebar, harus liat Vivo X Fold6. Bagian crease tampak ditingkatkan, sepertinya model di masa depan akan membawa lipatan lebih lebar," kata Smart Pikachu, Tipster Gadget.
Perubahan desain ini menandai pergeseran dari bentuk ponsel lipat konvensional yang biasanya cenderung memanjang. Selain aspek estetika, peningkatan pada bagian bekas lipatan (crease) menjadi fokus utama untuk mendukung fungsionalitas layar yang lebih luas di masa depan.
Di sisi lain, Honor juga disebut telah menyiapkan konsep ponsel lipat dengan desain yang lebih padat sejak lama. Meski spesifikasi detailnya belum terungkap, bocoran gambar menunjukkan adanya tiga sensor kamera yang diletakkan di atas layar sekunder perangkat tersebut.
Menurut laporan dari Gizmo China, Honor kemungkinan besar belum akan merilis produk dengan desain baru ini hingga awal tahun 2027. Sementara itu, Oppo masih berada dalam tahap evaluasi untuk pengembangan smartphone foldable dengan layar yang lebih lebar, sebagaimana dirangkum dari GSM Arena.
Huawei justru telah mendahului kompetitornya dengan meluncurkan Huawei Pura X Max di China pada April 2026. Ponsel ini mengusung konsep wide foldable dengan rasio layar 14.1:10 yang mendekati bentuk persegi, sehingga memberikan pengalaman visual serupa dengan selembar kertas.
Spesifikasi Huawei Pura X Max mencakup layar utama berukuran 7,7 inci dan layar luar 5,4 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 3.500 nits. Perangkat ini dijual di pasar domestik China dengan harga mulai dari 11.000 yuan atau sekitar Rp 27 juta, namun belum ada kepastian mengenai ekspansi penjualannya ke pasar global.