XLSMART Telecom Sejahtera Tbk kini menetapkan standar baru dalam industri telekomunikasi nasional melalui integrasi teknologi biometrik wajah dan eSIM. Inovasi ini dirancang untuk memberikan perlindungan data yang lebih maksimal sekaligus kemudahan bagi pelanggan saat melakukan registrasi kartu perdana.
Perusahaan memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang dilengkapi fitur liveness detection untuk memastikan keamanan tingkat tinggi. Komitmen ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang modern, tepercaya, dan jauh lebih aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan bahwa verifikasi biometrik adalah langkah konkret untuk memproteksi data pribadi pelanggan. Sistem verifikasi ini terhubung secara langsung dengan basis data resmi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Melalui proses validasi identitas yang akurat, potensi penyalahgunaan data oleh pihak luar dapat diminimalisir secara drastis. Hal ini sejalan dengan visi besar XLSMART untuk menjadi penyedia jasa telekomunikasi yang paling dipercaya dan dicintai penggunanya.
Distribusi Layanan Fisik dan Akses Digital
Meskipun mengedepankan solusi digital, XLSMART tetap memastikan inklusivitas layanan bagi seluruh pelanggan di berbagai wilayah. Perusahaan menyediakan akses layanan fisik di 143 titik strategis yang tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia.
Layanan tatap muka ini tersedia di berbagai gerai XL Center serta Galeri Smartfren untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung. Persebaran gerai difokuskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi guna memastikan pelayanan yang optimal.
Beberapa wilayah utama yang menjadi fokus persebaran layanan fisik XLSMART antara lain:
- Wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).
- Seluruh provinsi di wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
- Berbagai kota besar di wilayah Pulau Sumatera.
Selain kehadiran fisik, pelanggan juga memiliki kebebasan penuh untuk melakukan proses registrasi secara mandiri kapan saja. Fasilitas ini tersedia melalui beragam platform digital resmi serta aplikasi seluler yang sudah disiapkan oleh perusahaan.
Akurasi Teknologi dan Kecepatan Proses
Data global menunjukkan bahwa penerapan teknologi biometrik mampu menekan risiko identitas ganda hingga lebih dari 80 persen. Berdasarkan standar internasional NIST, tingkat akurasi pengenalan wajah saat ini telah menyentuh angka yang sangat impresif, yaitu 95 hingga 99 persen.
Kehadiran fitur liveness detection menjadi komponen krusial dalam sistem keamanan yang dibangun oleh XLSMART. Fitur ini bekerja efektif untuk menangkal praktik penipuan atau pemalsuan wajah (spoofing) yang sering terjadi di ruang digital saat ini.
Dari sisi efisiensi waktu, teknologi terbaru ini mampu memangkas durasi registrasi yang sebelumnya memakan waktu beberapa menit. Kini, pelanggan hanya membutuhkan waktu kurang dari 60 detik saja untuk menyelesaikan seluruh proses validasi identitas.
XLSMART juga memberikan jaminan penuh terhadap kerahasiaan data pengguna dengan menerapkan prinsip minimalisasi penyimpanan data. Data biometrik hanya digunakan sebagai alat validasi ke sistem Dukcapil tanpa disimpan secara permanen pada memori internal perusahaan.
Standar keamanan data XLSMART telah mendapatkan pengakuan resmi melalui sertifikasi internasional sebagai berikut:
| Jenis Sertifikasi | Fokus Standar Keamanan |
|---|---|
| ISO 27001 | Sistem Manajemen Keamanan Informasi berskala global. |
| ISO 27701 | Manajemen Informasi Privasi dan Perlindungan Data Pribadi. |
Tabel di atas menunjukkan keseriusan XLSMART dalam menjaga privasi pengguna sesuai dengan standar keamanan informasi tertinggi di dunia. Hal ini memberikan rasa aman bagi pelanggan saat memberikan data sensitif untuk keperluan registrasi layanan.
Uji Coba dan Transformasi Digital Nasional
Infrastruktur canggih yang dimiliki XLSMART sebelumnya telah melewati fase pengujian ketat sejak akhir tahun 2025 lalu. Hasil dari proyek percontohan (pilot project) tersebut membuktikan bahwa transisi ke sistem biometrik dapat berjalan dengan sangat mulus.
Tingkat keluhan pelanggan selama masa uji coba tercatat sangat rendah, yang menunjukkan kesiapan sistem dalam menghadapi penggunaan massal. Langkah ini dipandang sebagai strategi penting dalam mendukung percepatan program transformasi digital nasional di Indonesia.
Selain penguatan keamanan, adopsi teknologi eSIM di bawah naungan XLSMART juga menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Hingga saat ini, jumlah pengguna kartu virtual atau eSIM telah melampaui angka 1,6 juta pelanggan di seluruh tanah air.
Integrasi antara eSIM dan registrasi biometrik memberikan solusi yang sangat praktis bagi mereka yang ingin beralih dari kartu fisik. Perusahaan terus menyempurnakan sinergi ini agar pengguna eSIM maupun kartu fisik mendapatkan standar perlindungan keamanan yang setara.
Prosedur registrasi biometrik ini telah dirancang sedemikian rupa agar sangat mudah dipahami dan dilakukan oleh siapa pun. Pelanggan bisa mengakses layanan ini melalui situs web resmi atau menggunakan aplikasi myXL, AXISNET, serta aplikasi mySF.
Langkah-langkah sederhana untuk melakukan registrasi biometrik secara mandiri:
- Masukkan data identitas diri yang valid sesuai dengan KTP elektronik.
- Lakukan pengisian kode verifikasi yang dikirimkan ke perangkat Anda.
- Ambil swafoto (selfie) sesuai dengan panduan teknis yang muncul di layar.
- Tunggu proses validasi otomatis yang berjalan dalam waktu sangat singkat.
Setelah mengikuti langkah di atas, identitas pengguna akan divalidasi secara otomatis oleh sistem yang terhubung langsung ke basis data kependudukan. Hal ini menjamin proses yang cepat tanpa harus menunggu verifikasi manual yang memakan waktu lama.
Sebagai perusahaan hasil penggabungan dua operator besar, XLSMART kini melayani lebih dari 73 juta pelanggan di Indonesia. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, perusahaan berkomitmen untuk terus memajukan inklusi digital dan memberikan layanan telekomunikasi yang solid.