Kabar gembira bagi para investor logam mulia di akhir pekan ini. Harga emas yang dipasarkan melalui PT Pegadaian (Persero) terpantau mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Sabtu, 30 Mei 2026.
Kenaikan harga ini terjadi secara serentak pada seluruh produk emas yang tersedia di Pegadaian, mulai dari cetakan Antam, UBS, hingga Galeri24. Berdasarkan data terbaru pukul 07.35 WIB, lonjakan harga berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 70.000 per gram.
Emas produksi UBS mencatat kenaikan paling tajam hari ini. Harga emas UBS melonjak sebesar Rp 70.000, sehingga kini dibanderol Rp 2.834.000 per gram dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 2.764.000.
Tren positif ini juga diikuti oleh emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Harga emas Antam mengalami apresiasi sebesar Rp 20.000, kini dipatok pada level Rp 2.885.000 per gram dibandingkan perdagangan hari sebelumnya di Rp 2.865.000.
Sementara itu, emas dari brand Galeri24 turut menunjukkan penguatan harga yang stabil. Produk ini mengalami kenaikan sebesar Rp 33.000 per gram, dengan harga jual saat ini mencapai Rp 2.772.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.739.000.
Penting bagi nasabah untuk mengetahui bahwa harga tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Pegadaian menyediakan berbagai pilihan kuantitas untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat.
Rincian kuantitas emas yang tersedia di outlet Pegadaian secara umum:
- Emas Galeri24: Tersedia mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran besar 1.000 gram atau 1 kilogram.
- Emas UBS: Tersedia dalam pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga kapasitas maksimal 500 gram.
- Emas Antam: Untuk pembelian melalui layanan Sahabat Pegadaian, pilihan yang ditampilkan berkisar antara 0,5 gram hingga 100 gram.
Informasi harga emas Antam yang tertera di situs resmi Logam Mulia biasanya akan diperbarui setelah pukul 08.30 WIB setiap harinya. Berikut adalah daftar lengkap harga emas di Pegadaian berdasarkan pantauan terbaru.
Daftar lengkap harga emas berbagai produk di Pegadaian per 30 Mei 2026:
| Berat (Gram) | Harga Galeri24 (Rp) | Harga Antam (Rp) | Harga UBS (Rp) |
|---|---|---|---|
| 0,5 Gram | 1.454.000 | 1.495.000 | 1.532.000 |
| 1 Gram | 2.772.000 | 2.885.000 | 2.834.000 |
| 2 Gram | 5.477.000 | 5.708.000 | 5.623.000 |
| 5 Gram | 13.591.000 | 14.191.000 | 13.893.000 |
| 10 Gram | 27.111.000 | 28.325.000 | 26.640.000 |
| 25 Gram | 67.411.000 | 70.681.000 | 68.964.000 |
| 50 Gram | 134.714.000 | 141.279.000 | 137.644.000 |
| 100 Gram | 269.296.000 | 282.477.000 | 275.179.000 |
| 250 Gram | 671.585.000 | - | 687.745.000 |
| 500 Gram | 1.343.168.000 | - | 1.373.875.000 |
| 1.000 Gram | 2.686.334.000 | - | - |
Data tabel di atas menunjukkan variasi harga yang cukup kompetitif di antara tiga produsen emas utama yang dipasarkan oleh Pegadaian. Investor dapat menyesuaikan pilihan produk berdasarkan ketersediaan stok dan anggaran investasi masing-masing.
Dinamika Pergerakan Harga Emas Global
Kenaikan harga emas di pasar domestik tidak lepas dari pengaruh pasar internasional. Harga emas dunia tercatat menguat dalam dua sesi berturut-turut pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
Salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah munculnya laporan mengenai potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar ini memberikan sedikit angin segar bagi pergerakan aset aman atau safe haven.
Meski menguat di akhir pekan, secara akumulatif bulanan, harga emas masih berada dalam tren penurunan. Kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang membandel dan harapan kenaikan suku bunga terus menekan sentimen investor.
Berdasarkan data pasar spot, harga emas naik 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce. Harga ini sempat menyentuh titik terendah dalam dua bulan terakhir di posisi US$ 4.356,76 pada hari Kamis sebelum akhirnya berbalik arah.
Di bursa Amerika Serikat, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus juga mengalami kenaikan 0,4 persen ke level US$ 4.550. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat beli yang kembali muncul di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, komoditas logam lainnya menunjukkan performa yang beragam. Harga perak spot turun tipis 0,2 persen menjadi US$ 75,51 per ounce, sedangkan platinum terpantau stabil di angka US$ 1.923,55.
Palladium mencatat kenaikan harian sebesar 0,6 persen menjadi US$ 1.375,57. Namun, secara keseluruhan bulan ini, palladium telah mengalami koreksi yang cukup dalam, yakni merosot lebih dari 9 persen.
Sentimen Geopolitik dan Kebijakan Ekonomi
Isu kesepakatan antara AS dan Iran menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar. Proposal yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta pencabutan blokade pengiriman di Selat Hormuz.
Meskipun demikian, status kesepakatan ini masih belum sepenuhnya final. Presiden AS saat itu belum memberikan persetujuan resmi, dan pihak media pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa perjanjian tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Philip Streible, selaku Chief Market Strategist di Blue Line Futures, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurutnya, emas berhasil memantul setelah menyentuh level dukungan teknis yang krusial.
Optimisme mengenai gencatan senjata tersebut turut menekan harga minyak bumi dan nilai tukar dolar AS. Pelemahan dolar secara otomatis membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pembeli global.
Meskipun harga emas terbantu oleh pelemahan dolar, Streible memperingatkan bahwa tren suku bunga tinggi masih akan bertahan. Kondisi ini kemungkinan besar akan berlanjut dalam jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan semula.
Faktor gangguan pada infrastruktur energi dan jalur pengiriman internasional dapat menjaga harga minyak tetap tinggi. Hal ini membuat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), tetap dalam posisi waspada dan hati-hati.
Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi di Amerika Serikat meningkat dengan kecepatan tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada bulan April. Kenaikan biaya energi akibat konflik menjadi pendorong utama lonjakan inflasi tersebut.
Situasi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga hingga tahun depan. Tingginya suku bunga menjadi tantangan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di pasar fisik Asia, permintaan emas di India dilaporkan masih lesu akibat tingginya harga domestik dan beban bea impor. Di sisi lain, premi harga di China juga menyempit karena investor cenderung mengambil sikap menunggu dan melihat perkembangan pasar.