PT United Tractors Tbk resmi menunjuk Iwan Hadiantoro sebagai Direktur Utama baru menggantikan Frans Kesuma dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis.
Dilansir dari Investortrust, emiten berkode saham UNTR tersebut juga menyetujui pembagian total dividen tahun buku 2025 senilai Rp 5,92 triliun atau setara Rp 1,663 per saham. Nilai ini mencakup dividen interim sebesar Rp 567 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025, sehingga sisa dividen final Rp 1,096 per saham akan ditransfer pada 18 Mei 2026.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan perseroan tahun 2025 menjadi Rp 131,30 triliun dari Rp 134,42 triliun pada tahun sebelumnya akibat melemahnya permintaan batu bara dan alat berat. Frans Kesuma yang purnatugas sebagai direktur utama kini menempati posisi baru sebagai Presiden Komisaris perusahaan.
Selain perombakan manajemen, anak usaha Astra International ini berencana mengoperasikan kembali tambang emas Martabe di Sumatra Utara yang sempat berhenti akibat banjir bandang dan audit lingkungan sejak akhir 2025.
"In mid-May, we should be able to operate, and once we are running, the target is around 70,000 ounces," ujar Iwan Hadiantoro, Direktur Utama PT United Tractors Tbk kepada pers pada 16 April 2026.
Pihak manajemen saat ini sedang memobilisasi kontraktor dan memanggil kembali pekerja yang sempat dirumahkan selama masa suspensi operasi. Manajemen juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan seluruh protokol keselamatan terpenuhi sebelum penuangan emas pertama dilakukan.
Terkait pergerakan saham UNTR yang berada di level premium di atas Rp 31,000 per lembar, pihak manajemen menegaskan tidak memiliki rencana terdekat untuk melakukan pemecahan saham atau stock split.
"At this time, there is no plan for a stock split," kata Ari Setiawan, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk setelah rapat tersebut.