Unair Soroti Regulasi dan Keabsahan Syariah Platform Kurban Digital

Unair Soroti Regulasi dan Keabsahan Syariah Platform Kurban Digital
Foto: Ilustrasi Unair Soroti Regulasi dan Keabsahan Syariah Platform Kurban Digital.

Dosen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Tika Widiastuti, menyoroti pentingnya regulasi dan keabsahan syariah pada platform kurban digital di Surabaya pada Sabtu (23/5/2026). Pergeseran tren berkurban masyarakat urban ke platform digital ini dilansir dari Media Indonesia.

Peningkatan literasi digital, kemudahan pembayaran elektronik, serta tren filantropi Islam berbasis aplikasi memicu lonjakan platform tersebut. Fleksibilitas sistem yang ditawarkan oleh e-commerce, fintech syariah, hingga lembaga amil zakat kini dinilai lebih transparan dan adaptif.

"Perkembangan platform kurban digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir melesat cukup pesat. Hal ini didukung dengan meningkatnya literasi digital masyarakat, kemudahan pembayaran online , serta tren filantropi Islam berbasis aplikasi," kata Tika Widiastuti di Surabaya, Sabtu (23/5).

Penerapan akad wakalah atau pelimpahan kuasa menjadi aspek paling krusial dari kacamata fikih agar ibadah ini sah. Kendati demikian, perbedaan pandangan terkait kewajiban penyaksian langsung penyembelihan masih terjadi di kalangan ulama.

"Namun, memang masih ada perbedaan pandangan ulama terkait aspek musyahadah atau penyaksian penyembelihan. Sebagian ulama memandang penyaksian langsung tidak wajib, sehingga dokumentasi digital dianggap sudah cukup. Sementara sebagian lainnya menekankan pentingnya keterlimatan emosional dan spiritual dalam ibadah kurban," katanya.

Tantangan transparansi harga, kejelasan tata kelola dana, hingga potensi komersialisasi ibadah dinilai membuat model bisnis saat ini belum sepenuhnya selaras dengan prinsip syariah. Atas dasar itu, standardisasi pengawasan syariah dan audit operasional dinilai sudah mendesak.

"Regulasi tersebut penting untuk mengatur kejelasan akad, perlindungan konsumen, standar distribusi, audit syariah, keamanan transaksi, serta pelaporan penggunaan dana. Ini krusial agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga," tegasnya.

Terlepas dari tantangan regulasi, digitalisasi kurban berkontribusi positif dalam pemerataan distribusi daging hingga ke wilayah terpencil. Integrasi ke depan dengan instrumen seperti zakat digital dan wakaf produktif juga diproyeksikan sangat besar.

"Kurban digital memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan ibadah, meningkatkan transaksi ekonomi halal, dan memperkuat integrasi antara teknologi dengan keuangan syariah," tambahnya.

Kemitraan langsung dengan peternak lokal harus dibangun oleh platform digital agar tidak meminggirkan peternak kecil di daerah. Pemberdayaan dan penentuan harga beli yang adil menjadi catatan kritis yang harus dipastikan.

"Platform perlu memastikan harga beli yang adil, memberikan pelatihan kualitas ternak, serta melakukan pemberdayaan. Jangan sampai peternak lokal kehilangan peran utamanya dalam rantai ekonomi kurban digital ini," ungkapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi