Umat Islam Bersiap Menunaikan Sholat Idul Adha 2026

Umat Islam Bersiap Menunaikan Sholat Idul Adha 2026
Foto: Ilustrasi Umat Islam Bersiap Menunaikan Sholat Idul Adha 2026.

Umat Islam bersiap untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penyelenggaraan sholat ini secara rutin ditunaikan setiap tanggal 10 Zulhijah dalam penanggalan kalender Hijriah.

Dilansir dari Detikcom, ibadah tahunan ini umumnya dikerjakan pada pagi hari. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak dan berakhir sebelum memasuki waktu zawal atau saat matahari condong ke barat.

Pelaksanaan sholat Idul Adha dianjurkan untuk dimulai lebih awal daripada sholat Idul Fitri. Hal tersebut bertujuan agar umat muslim mempunyai waktu yang lebih longgar untuk melakukan penyembelihan hewan kurban setelah ibadah selesai.

Lokasi pengerjaan ibadah ini dapat memanfaatkan tanah lapang atau area terbuka. Hal tersebut bersandar pada sebuah riwayat hadits.

"Kami Rasulullah SAW, biasa keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju tanah lapang." (HR Bukhari)

Meskipun demikian, masyarakat tetap diperbolehkan menunaikan sholat di dalam masjid. Kondisi ini menjadi pilihan utama apabila terdapat kendala tertentu seperti faktor cuaca hujan atau keterbatasan ruang di lapangan.

Para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan tersendiri mengenai kedudukan hukum ibadah ini. Buku Panduan Shalat Rasulullah karya Imam Abu Wafa memaparkan tiga perbedaan pandangan tersebut.

1. Sunnah Muakkad

Mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki menetapkan hukum sholat Id sebagai sunnah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan. Dasar hukum yang melandasinya merujuk pada sabda Rasulullah SAW kepada seorang Arab Badui.

"Lima kali sholat sehari semalam." Ia berkata, "Apakah ada kewajiban bagiku selainnya?" Beliau menjawab, "Tidak, melainkan jika kamu ingin mengerjakan yang sunnah." (HR Muslim)

2. Fardhu Kifayah

Pandangan kedua menempatkan ibadah ini sebagai kewajiban kelompok atau fardhu kifayah. Menurut mazhab Hanbali yang merujuk pada kitab Al Mughni tulisan Ibnu Qudamah, hukum ini berlandaskan pada Al-Qur'an surah Al Kautsar ayat 2.

┘ü┘ÄÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É ┘ä┘ÉÏ▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘▒┘å┘ÆÏ¡┘ÄÏ▒┘Æ

Artinya: "Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah."

3. Wajib

Sementara itu, mazhab Hanafi menegaskan bahwa sholat Idul Adha berstatus wajib bagi tiap individu. Argumen ini bersumber dari kebiasaan Rasulullah SAW yang tidak pernah sekalipun meninggalkan ibadah tersebut.

Imam Al-Kasani memberikan penjelasan tertulis terkait hal tersebut.

"Dan yang benar ialah wajib dan ini pendapat teman-teman kami. Mereka berdalil dengan kebiasaan Nabi SAW tanpa pernah meninggalkannya walaupun sekali. Dan beliau tidak pernah sholat sunnah secara berjamaah melainkan sholat malam Ramadan, sholat kusuf dan sholat Idul Fitri dan Idul Adha."

Melalui sumber literatur yang sama, pandangan sebagai sunnah muakkad menjadi pendapat yang dinilai paling kuat. Pendapat ini sekaligus menjadi pegangan bagi mayoritas atau jumhur ulama.

Di sisi lain, terdapat ulama yang memegang pendapat wajib ain dengan argumen perintah langsung pada surah Al Kautsar ayat 2. Namun, kelompok ulama lain menilai perintah sholat dalam ayat tersebut bermakna sholat secara umum.

Ketentuan Pelaksanaan Secara Mandiri

Ibadah ini pada dasarnya tidak mutlak harus dilaksanakan secara berjamaah. Buku Fiqh Al-'Ibadat, 'Ilmiyyan 'Ala Madzhabi Al-Imam Asy-Syafi'i karya Syaikh Alauddin Za'tari yang diterjemahkan Abdul Rosyad Shiddiq menyebutkan ibadah ini sah dilakukan secara munfarid atau sendiri.

Masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan pelaksanaan secara berjamaah. Kendati demikian, pengerjaan secara mandiri menjadi solusi bagi individu yang mengalami udzur atau halangan untuk keluar rumah.

Panduan Tata Cara Pelaksanaan

Secara teknis, sholat Idul Adha berlangsung sebanyak dua rakaat. Ciri khasnya terletak pada jumlah takbir, yakni 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua, seperti tertulis dalam buku Fiqih Islam karya Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho.

Berikut adalah urutan langkah pelaksanaannya:

1. Membaca niat sesuai posisi sholat.

2. Melakukan takbiratul ihram.

3. Membaca doa iftitah.

4. Mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Di sela-sela setiap takbir, jemaah membaca kalimat berikut:

Ï│┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Å L┘É┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘Ä┘äϺ┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘äϺ┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."

5. Membaca surah Al Fatihah.

6. Membaca surah pendek pilihan Al-Qur'an, di mana surah Qaf atau surah Al A'la menjadi rekomendasi utama untuk rakaat pertama.

7. Mengerjakan gerakan rukuk, iktidal, sujud, hingga berdiri kembali.

8. Mengucapkan takbir lima kali di rakaat kedua dengan bacaan zikir di sela takbir yang sama dengan rakaat sebelumnya.

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."

9. Membaca surah Al Fatihah beserta surah pendek, dengan rekomendasi surah Al Qamar atau surah Al Ghasyiyah.

10. Menyelesaikan sisa gerakan sholat hingga diakhiri dengan salam.

Lafaz Niat Lengkap

Berikut adalah beberapa teks niat sholat Idul Adha yang dibedakan berdasarkan posisi jemaah saat beribadah:

1. Niat Sholat Sendiri

Ϻ┘ÅÏÁ┘Ä┘ä┘É┘æ┘ë Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘ÉÏ╣┘É┘è┘ÆÏ»┘É Ïº┘Æ┘äÏú┘ÄÏÂ┘ÆÏ¡┘Ä┘ë Ï▒┘Ä┘â┘ÆÏ╣┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É Ïú┘ÄÏ»┘ÄϺÏí┘ï ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë

Ushalli sunnatan li Idil Adha rak'atayni ad─ü'an lill─ühi ta'─ül─ü.

Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat sebagai Makmum

Ïú┘ÅÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É┘è Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘äÏ╣┘É┘è┘ÆÏ»┘É Ïº┘Æ┘äÏú┘ÄÏÂ┘ÆÏ¡┘Ä┘ë Ï▒┘Ä┘â┘ÆÏ╣┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ┘à┘ÄÏú┘Æ┘à┘Å┘ê┘Æ┘à┘ïϺ ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘Ä┘Ç┘Ç┘Ç┘ÇϺ┘ä┘Ä┘ë

Usholli sunnatan li'idil Adha rak'atayni ma'muman lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."

3. Niat Sholat sebagai Imam

Ïú┘ÅÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É┘è Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘äÏ╣┘É┘è┘ÆÏ»┘É Ïº┘Æ┘äÏú┘ÄÏÂ┘ÆÏ¡┘Ä┘ë Ï▒┘Ä┘â┘ÆÏ╣┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ÏÑ┘É┘à┘ÄϺ┘à┘ïϺ ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘Ä┘Ç┘Ç┘Ç┘ÇAL┘Ä┘ë

Usholli sunnatan li'idil Adha rak'atayni imaman lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."

Artikel terkait

Rekomendasi