Seorang turis asal Malaysia dituduh tidak membayar tagihan makan di restoran Padang Pagi Sore Jakarta, seperti diberitakan oleh Suara.
Pihak manajemen restoran sempat memviralkan rekaman CCTV rombongan tersebut karena diduga kabur tanpa melunasi tagihan sebesar Rp907.500 pada 13 Mei.
Pengalaman mengejutkan ini dibagikan oleh pemilik akun Threads @ainmyunus yang menjadi korban salah tuduh tersebut.
Melalui unggahannya, wisatawan tersebut menjelaskan bahwa ia hanya ingin memberikan edukasi kepada publik agar selalu menyimpan bukti pembayaran.
ÔÇ£Posting ini just untuk awareness sesiapa yang pergi luar negara, tolong la simpan resi. Bukan untuk burukkan mana-mana pihak. Sebaliknya kami yang rasa diburukkan,ÔÇØ tulisnya.
Peristiwa bermula saat rombongan yang terdiri dari enam orang tersebut makan di restoran Pagi Sore kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, sebelum bertolak ke Bandung.
Mereka menyantap sekitar sembilan lauk dengan total biaya mencapai Rp907.500 sekitar pukul 11 siang.
ÔÇ£Makan kat Pagi Sore 13 Mei around 11 pagi macam tu. Makan berenam dan amik dalam 9 lauk. Total semua Rp907,500. Lepas makan kitorang terus naik Whoosh pergi Bandung,ÔÇØ jelasnya.
Persoalan baru muncul tiga hari kemudian ketika rombongan ini bersiap meninggalkan hotel tempat mereka menginap.
Sopir travel yang mengantar mereka tiba-tiba menanyakan resi pembayaran makan karena pihak restoran telah menyebarkan video CCTV mereka.
ÔÇ£16 Mei masa nak keluar dari hotel, tiba-tiba driver tanya kat kitorang mana resit makan kat Pagi Sore. Dia kata management Pagi Sore dah viralkan kitorang sebab tak bayar masa makan hari tu,ÔÇØ tulisnya lagi.
Penemuan Bukti Pembayaran dan Klarifikasi
Rombongan turis tersebut merasa keberatan dengan tuduhan itu karena mereka memastikan telah melakukan pembayaran menggunakan kartu.
Sembari membongkar tas untuk mencari struk fisik, mereka mengirimkan tangkapan layar transaksi perbankan kepada agen perjalanan.
ÔÇ£Kitorang macam tak puas hati la sebab kitorang memang bayar. Sementara cari tu, kitorang screenshot bukti yang kitorang bayar guna card,ÔÇØ ungkapnya.
Struk fisik pembayaran akhirnya ditemukan di dalam tas setelah mereka memeriksa seluruh barang bawaan.
ÔÇ£Lepas selongkar beg, baru jumpa resit tu. Bayangkan kalau kitorang bayar cash danresit tak jumpa. Memang takde bukti langsung,ÔÇØ katanya.
Setelah bukti pelunasan berhasil ditunjukkan, pihak manajemen Pagi Sore langsung menyampaikan permohonan maaf resmi.
Meski menjadi korban salah tuduh, pemilik akun meminta netizen untuk tidak melakukan boikot terhadap restoran tersebut.
ÔÇ£I minta maaf pasal posting tu. Sekali lagi i just nak spread awareness pasal resit. Bukan minta korang boikot mana-mana Pagi Sore,ÔÇØ tandasnya.