PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 265,62 miliar pada kuartal I-2026.
Pencapaian ini diraih perusahaan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta volatilitas harga energi yang terjadi sepanjang awal tahun ini.
Dilansir dari Nasional, kinerja positif tersebut menunjukkan fundamental perusahaan yang tetap terjaga meskipun dinamika pasar dan standar pelaporan keuangan mengalami perubahan signifikan.
Perseroan kini telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 dalam menyajikan laporan keuangannya.
Langkah ini mencakup penyajian kembali (restatement) atas laporan keuangan tahun sebelumnya guna memastikan konsistensi serta keterbandingan kinerja perusahaan secara akurat.
Penyesuaian tersebut dilakukan sesuai standar akuntansi yang berlaku sebagai komitmen untuk memperkuat transparansi dan kualitas pelaporan keuangan di industri asuransi.
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menyebutkan bahwa periode tiga bulan pertama tahun 2026 merupakan masa yang penuh tantangan.
"Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan" ujar Fitri.
Pertumbuhan Pendapatan Jasa Asuransi
Berdasarkan pencatatan PSAK 117, Tugu Insurance mengantongi pendapatan jasa asuransi senilai Rp 2,57 triliun pada kuartal I-2026.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,96 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp 2,42 triliun.
Hasil jasa asuransi juga menunjukkan tren positif dengan mencapai Rp 461,01 miliar, atau naik 2,18 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp 451,16 miliar.
Sektor lini fire and property, offshore, serta marine cargo menjadi penopang utama kinerja ini melalui pengelolaan portofolio yang selektif dan disiplin.
Diversifikasi Pendapatan dan Kekuatan Modal
Pendapatan investasi perseroan tercatat sebesar Rp 88,17 miliar, yang mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang berhati-hati di tengah fluktuasi pasar keuangan.
Sementara itu, pendapatan operasional lainnya melonjak 31,25 persen menjadi Rp 156,02 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 118,88 miliar.
Kenaikan signifikan ini dipicu oleh peran entitas anak yang berhasil memperkuat diversifikasi sumber pendapatan bagi perseroan secara keseluruhan.
Fitri Azwar menegaskan bahwa struktur permodalan perusahaan tetap berada pada posisi yang sangat kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis ke depan.
"Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan. Perseroan akan terus memastikan pengelolaan modal dilakukan secara prudent, sejalan dengan komitmen untuk menjaga fundamental dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan" ujar Fitri.
Hingga akhir Maret 2026, total aset Tugu Insurance tercatat sebesar Rp 29,69 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 10,17 triliun.
Indikator kesehatan keuangan perusahaan, Risk Based Capital (RBC), berada pada level 420,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
"Penerapan PSAK 117 menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan keuangan. Perseroan terus memastikan bahwa kinerja yang dicapai didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko yang tepat, serta struktur keuangan yang tetap kuat" kata Fitri.
Strategi mendatang akan difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, optimalisasi portofolio, serta peningkatan kontribusi entitas anak dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.