Emiten infrastruktur kabel laut, PT Ketrosden Triasmitra, Tbk, telah resmi menerbitkan obligasi dengan nilai mencapai Rp 220 miliar. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini dialokasikan khusus untuk mendanai pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Median Ring Indonesia (Merindo).
Proyek infrastruktur tersebut akan membentang luas di kawasan Indonesia Tengah. Dilansir dari Detik iNET, langkah strategis ini bertujuan memperkokoh konektivitas digital pada berbagai wilayah yang menjadi pusat ekonomi serta destinasi pariwisata strategis nasional.
Pembangunan SKKL Merindo menjadi solusi untuk memangkas kesenjangan infrastruktur digital yang selama ini masih didominasi oleh wilayah barat Indonesia. Instrumen keuangan ini telah mendapatkan peringkat idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat tertinggi tersebut mencerminkan kapasitas perusahaan yang sangat solid dalam menyelesaikan seluruh kewajiban finansialnya. Guna meningkatkan keamanan bagi para investor, obligasi Triasmitra ini mendapatkan jaminan penuh dari GuarantCo.
GuarantCo sendiri merupakan lembaga penjaminan berskala internasional yang terafiliasi dengan Private Infrastructure Development Group (PIDG). Struktur kupon obligasi ini terbagi dalam tiga kategori seri yang berbeda berdasarkan masa tenornya.
Seri A menawarkan kupon sebesar 6,70% untuk jangka waktu 3 tahun. Sementara itu, Seri B memiliki kupon 7,00% dengan tenor 5 tahun, dan Seri C memberikan kupon tertinggi sebesar 7,25% untuk jangka waktu 10 tahun.
Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra, Tbk, Titus Dondi Patria, memberikan penegasan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk investasi jangka panjang demi masa depan digital tanah air.
"Kami akan membangun SKKL Merindo yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis, membawa konektivitas berkualitas tinggi ke kawasan yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur digital. Ini adalah langkah strategis dalam roadmap pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional," ujar Titus.
Penerbitan senilai Rp 220 miliar ini merupakan fase awal dari program pembiayaan berkelanjutan dengan target total Rp 730 miliar. Seluruh dana akan disalurkan kepada dua entitas anak usaha perusahaan.
PT Jejaring Mitra Persada (JMP) akan menerima dana untuk keperluan survei laut serta pengadaan material kabel. Sedangkan PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMI) akan mengelola dana tersebut untuk urusan operasional dan pemeliharaan kabel.
SKKL Merindo diproyeksikan menjadi tulang punggung telekomunikasi terbaru milik Triasmitra. Proyek ini menyusul keberhasilan perusahaan dalam menggarap proyek sebelumnya, yakni Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura.
Infrastruktur kabel laut ini dirancang untuk membuka peluang ekonomi digital baru sekaligus menyokong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Indonesia Tengah. Perusahaan menargetkan proses penggelaran kabel laut Merindo akan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.