Travoy Hub Taman Mini Ubah Rest Area Jadi Pusat Gaya Hidup

Travoy Hub Taman Mini Ubah Rest Area Jadi Pusat Gaya Hidup
Foto: Ilustrasi Travoy Hub Taman Mini Ubah Rest Area Jadi Pusat Gaya Hidup.

Lanskap bisnis pusat perbelanjaan di Jakarta sedang bertransformasi demi menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin cepat. Gaya hidup konvensional kini mulai berganti dengan konsep belanja praktis yang menyatu dengan aktivitas harian para komuter.

Seperti dikutip dari Kompas, Travoy Hub Taman Mini di Jakarta Timur hadir sebagai inovasi yang mengubah fungsi rest area menjadi pusat gaya hidup terpadu. Proyek garapan PT Jasamarga Related Business (JMRB) ini mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) perdana di Indonesia.

Kawasan terpadu ini menghubungkan jalur jalan tol dengan berbagai moda transportasi publik seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) dan jaringan TransJakarta. Integrasi ini melayani rute strategis menuju Pinang Ranti, Cawang, Cililitan, hingga kawasan Cibubur.

Kehadiran Travoy Hub menjadi jawaban atas minimnya ruang gaya hidup representatif di koridor Jakarta Timur yang selama ini didominasi oleh jalur transit padat. Investasi sebesar Rp 670 miliar telah dikucurkan untuk pembangunan fase satu hingga tiga di lahan seluas 3,6 hektar.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, memberikan pandangannya mengenai optimalisasi lahan infrastruktur transportasi publik ini.

"Konsepnya cukup compact dalam mempertemukan para komuter LRT, dan juga TransJakarta. Ia dapat dikategorikan sebagai neighborhood mall yang melayani penduduk dari kawasan Cawang hingga Cibubur," ungkap Hendra kepada Kompas.com, Rabu (30/4/2026).

Hendra menilai proyek ini sebagai penentu tren yang akan memengaruhi perkembangan industri properti di tanah air. Data pasar ritel dari Cushman & Wakefield kuartal pertama 2026 pun menunjukkan tingkat hunian mal di Jakarta Timur tetap stabil di angka 77 persen.

Arsitektur Berkelanjutan dan Fasilitas Kesehatan

Secara visual, Travoy Hub terbagi dalam zona khusus seperti The Plaza yang terhubung ke stasiun LRT dan The Village yang mengusung prinsip green building. Area ini menyediakan ruang terbuka hijau luas serta fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Penerapan desain berkelanjutan bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurangi polusi udara di ibu kota. Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol, Bimo Esmunantyo, menegaskan visi di balik pembangunan fasilitas tersebut.

"Travoy Hub Taman Mini menciptakan keterhubungan yang mudah. Konsep ini diharapkan mendorong budaya masyarakat untuk menggunakan transportasi umum," ujar Bimo.

Kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas dan bisnis. Pada Februari 2026, lokasi ini menjadi tempat pertemuan pengusaha muda dari HIPMI JAYA dan HIPMI Jabar yang melibatkan 500 peserta dengan potensi ekonomi mencapai Rp 500 miliar.

Selain ritel dan bisnis, Travoy Hub mengintegrasikan layanan kesehatan melalui peresmian Brawijaya Hospital sejak Oktober 2025. Rumah sakit dengan 111 tempat tidur ini dilengkapi teknologi Trauma Center untuk menangani kondisi darurat di Tol Jagorawi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap integrasi fasilitas medis dalam ekosistem infrastruktur publik ini.

ÔÇ£Inisiatif ini menunjukkan bahwa kesehatan bukan hanya urusan fasilitas medis, tetapi juga bagian dari ekosistem infrastruktur yang memudahkan masyarakat mendapatkan layanan cepat dan berkualitas,ÔÇØ tuturnya.

Ekspansi dan Proyeksi Masa Depan

Pembangunan Travoy Hub terus berlanjut ke tahap kedua yang akan menambah pasokan ritel sebesar 60.800 meter persegi. Langkah ini diprediksi memperkuat total pasokan ruang komersial di Jakarta hingga mencapai 4.848.200 meter persegi.

Ekspansi ini melibatkan berbagai penyewa dari sektor kuliner hingga farmasi, yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan UMKM. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Hendra menekankan bahwa konsep ini telah berhasil mengubah citra lama tempat persinggahan di jalan tol.

"Ia kini adalah tempat jeda modern sebuah titik temu bagi mobilitas, gaya hidup kekinian, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Bagi kaum urban Jakarta, Travoy Hub adalah jawaban atas kebutuhan akan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas hidup," pungkas Hendra.

Artikel terkait

Rekomendasi