Penulis : Prisma Ardianto 25 Mei 2026 | 21:51 WIB
Suasana transaksi jual dan beli kambing di pasar penanggalan Jawa (Pasaran Pon), Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
JAKARTA, investor.id ÔÇô Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan nilai transaksi simulasi mikro hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 mencapai Rp 26,89 triliun. Meski nilainya besar, distribusi kurban dinilai masih menghadapi ketimpangan antarwilayah yang berpotensi memperlebar disparitas sosial.
Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Nur Hidayah, mengatakan bahwa simulasi menunjukkan jumlah hewan kurban pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 1,59 juta ekor, terdiri atas 493 ribu ekor sapi dan 1,09 juta ekor kambing atau domba. Dari jumlah tersebut, total estimasi daging kurban yang terdistribusi mencapai 99.290 ton.
ÔÇ£Volume daging kurban yang mencapai 99.290 ton ini diestimasikan ekuivalen dengan pemenuhan kebutuhan protein hewani harian seluruh populasi Indonesia selama 2,5 hari,ÔÇØ ujar Nur dalam suatu diskusi, seperti dikutip dari Antara pada Senin (25/5/2026).
Namun, di balik besarnya potensi tersebut, Indef menyoroti paradoks distribusi kurban yang dinilai belum merata. Nur mengungkapkan terjadi surplus pasokan yang sangat besar di Pulau Jawa, dengan nilai mencapai Rp 21,42 triliun atau sekitar 79,67% dari pangsa nasional. Sebaliknya, sejumlah wilayah timur Indonesia masih mengalami defisit pasokan yang signifikan.
ÔÇ£Karena ada surplus ekstrem di Jawa sebesar Rp 21,42 triliun atau 79,67% pangsa nasional kelebihan pasokan daging berkonsentrasi tinggi. Di sisi lain, ada defisit parah lebih kecil dari 20% kecukupan, misalnya di Papua hanya Rp 0,11 triliun atau 0,41%, dan Maluku Rp 0,03 triliun atau 0,10%,ÔÇØ kata dia.
Menurut Nur, kondisi tersebut menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi ekonomi kurban di Indonesia lebih tinggi dibandingkan struktur ekonomi makro nasional secara keseluruhan. Karena itu, ia mendorong perlunya kebijakan realokasi distribusi kurban dari wilayah surplus seperti Jawa ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan, seperti Papua dan Maluku.
Meski demikian, ia menekankan kebijakan tersebut tetap harus berpedoman pada prinsip fiqih aulawiyat atau prioritas lingkungan terdekat. ÔÇ£Pendekatan ini esensial agar distribusi lintas wilayah tersebut tidak mereduksi dimensi sosial-komunal yang menjadi esensi dasar dari ibadah kurban,ÔÇØ ujarnya.
Nur juga mendorong inovasi dalam pengolahan daging kurban agar distribusinya dapat menjangkau wilayah lebih luas dan bertahan lebih lama. Ia mencontohkan pengolahan daging menjadi produk beku, kornet, hingga rendang kaleng sebagai solusi logistik.
ÔÇ£Misalnya penyimpanan dalam bentuk beku atau frozen, lalu inovasi (daging) dibuat dalam bentuk kornet, dibuat dalam bentuk rendang kaleng, itu sangat baik sekali,ÔÇØ kata Nur.
Menurut dia, tanpa penyimpanan beku, maka daging akan mudah membusuk. Pengolahan dalam bentuk kornet dan sejenisnya akan lebih awet untuk didistribusikan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Komisi Ojol 8%, INDEF Sebut Ekosistem Digital Jadi Andalan Aplikator
Harga Minyak Goreng Melambung, Pemerintah Diminta Bertindak
Kredit UMKM Anjlok di Kuartal I-2026, Masih Bisa Berlanjut hingga Akhir Tahun
Indef: RI Kehilangan Rp 67 T per Tahun Karena Tidak Menerapkan Pajak Windfall
Lebaran Dongkrak Transaksi Program Belanja Nasional
Macroeconomy 2 menit yang lalu Indef Proyeksikan Nilai Transaksi Kurban 2026 Capai Rp 26,89 Triliun Indef memproyeksikan nilai kurban 2026 mencapai Rp 26,89 triliun, namun menyoroti ketimpangan distribusi daging kurban antarwilayah.
Macroeconomy 22 menit yang lalu Tiga Tantangan Pemerintah Daerah Wamenkeu Juda Agung sebut Pemda masih dihadapkan tantangan diversifikasi ekonomi, kualitas belanja, serta keterbatasan kapasitas fiskal.
Business 25 menit yang lalu Nindya Karya Garap Proyek Tambak Garam di NTT PT Nindya Karya mengerjakan proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Business 26 menit yang lalu Infrastruktur Digital Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi PT LAPI ITB secara resmi merilis hasil kajian terbaru yang membedah dampak sosial-ekonomi dari konektivitas digital di Indonesia
Market 27 menit yang lalu Saham BBRI Push Rank Lagi, Duit Asing Bertebaran Saham BBRI atau BRI berhasil push rank lagi di jajaran saham elite. Saham BBRI juga paling banyak diborong investor asing.
National 38 menit yang lalu Prabowo Perintahkan TNI Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global Presiden Prabowo menekankan pentingnya prajurit TNI memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang terus berubah,