Komando Operasi (Koops) TNI Habema menembak mati Jeki Murib, Komandan Operasi Kepala Air Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 18 Ilaga, dalam sebuah operasi taktis di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Selasa (28/4/2026).
Dilansir dari Nasional, tindakan tegas tersebut diambil otoritas militer setelah kelompok bersenjata pimpinan Jeki Murib melakukan serangan mendadak ke arah pasukan pemerintah secara membabi buta di lapangan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa pasukannya terpaksa melakukan pengejaran setelah mendapat ancaman tembakan yang brutal dari pihak OPM.
"Kita melaksanakan kegiatan taktis di lapangan. Pasukan kami ditembak secara brutal dan membabi buta. Dan di situ kami melakukan pengajaran," kata Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Letjen TNI Lucky Avianto membeberkan bahwa Jeki Murib merupakan sosok yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat dalam serangkaian aksi kriminalitas dan teror di wilayah Ilaga hingga area operasional PT Freeport Indonesia.
"Jeki Murib adalah DPO dan dia ini biang keladi di wilayah Ilaga, termasuk di wilayah Freeport," kata Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Rekam jejak kekerasan Jeki Murib tercatat sangat panjang, mulai dari pembakaran menara telekomunikasi di Kampung Kago pada Agustus 2023 hingga pembunuhan pekerja puskesmas di Distrik Omukia dua bulan berselang.
"Dialah yang menembak mati karyawan Freeport di Grasberg, kemudian menyerang aparat keamanan di Mile 50 Freeport, membakar rumah, gereja, sekolah, mengintimidasi masyarakat, anak kecil, mama-mama," kata Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Dalam pelaksanaan operasi penumpasan tersebut, pimpinan TNI menegaskan bahwa seluruh prajurit diinstruksikan untuk tetap mematuhi hukum internasional dan meminimalisir risiko terhadap warga sipil yang tidak terlibat konflik.
"Sehingga kita harus bisa memilih yang mana yang boleh ditembak dan tidak boleh ditembak. Saya menekankan kepada prajurit untuk selalu memegang teguh, role of judgement," kata Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Penekanan pada aspek hak asasi manusia menjadi poin krusial dalam instruksi tersebut guna memastikan bahwa target yang dilumpuhkan benar-benar merupakan kombatan bersenjata yang mengancam kedaulatan negara.
"Kemudian jangan melanggar HAM, menembak di ujung laras, sehingga mereka bisa menembak kepada sasaran yang terpilih dan yakin bahwa itu OPM bersenjata," kata Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Catatan kejahatan lain yang dikaitkan dengan Jeki Murib mencakup penyanderaan belasan karyawan Freeport pada awal 2026 serta serangan terhadap anggota Koramil Tembagapura yang menyebabkan warga sipil terluka pada Februari lalu.