Perselisihan antara prajurit TNI AD berinisial Sertu AW dengan seorang penjaga toko kelontong berakhir dengan kesepakatan damai melalui mediasi di Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (3/5/2026). Insiden yang sempat memanas di Jalan Kodam Raya, Kemayoran, tersebut dilaporkan memicu trauma pada korban sipil bernama Dedi.
Ketua RT 09 Sumur Batu, Bambang, mengungkapkan kondisi terkini Dedi yang berencana meninggalkan ibu kota untuk sementara waktu pasca kejadian pengeroyokan tersebut. Dedi sebelumnya bertugas menjaga toko kelontong Adi Jaya secara bergantian bersama istri dan kerabatnya.
"Pak Dedi masih trauma. Rencananya mau pulang kampung ke Madura untuk sementara," ujar Bambang, Ketua RT 09, Sumur Batu.
Bambang menjelaskan bahwa istri Dedi juga direncanakan ikut mendampingi suaminya pulang ke kampung halaman. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, toko yang menjadi lokasi keributan masih belum beroperasi hingga Selasa.
"Info dari Pak Haji pemilik toko, minggu depan sudah buka," tutur Bambang.
Meskipun toko masih tutup, Bambang memastikan bahwa proses hukum dan administratif terkait perselisihan tersebut sudah dinyatakan tuntas melalui pertemuan resmi. Penandatanganan surat perdamaian dilakukan oleh semua pihak yang hadir dalam agenda mediasi di kepolisian.
"Untuk pertemuan, antara pihak, TNI, Pak Haji dan Dedi sudah dimediasi Polres Jakarta Pusat, and sudah selesai," ujar Bambang.
Pihak-pihak yang bertikai sepakat untuk tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum di masa mendatang. Hal ini dikonfirmasi oleh perangkat lingkungan setempat yang memantau perkembangan kasus sejak awal kejadian.
"Kedua belah pihak damai. Tidak ada tuntutan apa pun dari kedua belah pihak. Sudah clear semua," lanjut Bambang.
Iptu Erlyn Sumantri selaku Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat memberikan konfirmasi mengenai pelaksanaan mediasi yang digelar pada awal pekan tersebut. Kepolisian mencatat bahwa pemilik toko dan pihak TNI telah mencapai mufakat.
"Hasil mediasi itu aja, tidak saling menuntut," ujar Erlyn, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.
Erlyn menegaskan bahwa berkas perdamaian telah disahkan melalui pembubuhan tanda tangan para pihak terkait. Dengan demikian, sengketa yang sempat melibatkan sejumlah pria di lokasi kejadian dianggap sudah selesai secara kekeluargaan.
"Sudah tanda tangan (surat damai)," lanjut Erlyn.
Sebelum kesepakatan damai tercapai, Dedi sempat menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati akibat luka-luka yang dideritanya. Bambang menyebutkan komunikasi dengan korban dilakukan melalui telepon karena ia sedang bekerja saat insiden berlangsung.
"Korban kemarin sempat dirawat di RS Kramat Jati. Nah sekarang (korban) sudah ada di rumah," ujar Bambang.
Penjelasan berbeda datang dari pihak militer mengenai jumlah personel yang terlibat dalam keributan di toko 24 jam tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, mengonfirmasi keterlibatan satu orang prajuritnya.
"Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny, Kadispenad.
Donny memaparkan bahwa keributan bermula dari masalah transaksi yang memicu kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Menurutnya, Sertu AW justru menjadi pihak yang menderita luka fisik cukup serius akibat senjata tajam.
"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny.
Kadispenad juga memberikan klarifikasi mengenai kerusakan fasilitas toko yang terjadi di tengah situasi yang kian memanas di lapangan. Ia meminta masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi atau video yang tersebar di media sosial terkait kronologi peristiwa.
"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny.