Hindari Kebiasaan Membiarkan Baterai Mobil Listrik Kosong Demi Menjaga Performa

Hindari Kebiasaan Membiarkan Baterai Mobil Listrik Kosong Demi Menjaga Performa
Foto: Ilustrasi Hindari Kebiasaan Membiarkan Baterai Mobil Listrik Kosong Demi Menjaga Performa.

Tren penggunaan kendaraan listrik di tanah air terus meningkat seiring bertambahnya model baru dan perluasan jaringan pengisian daya. Dilansir dari Otomotif, pemilik mobil listrik kini perlu lebih teliti dalam memahami metode perawatan komponen baterai.

Salah satu kekeliruan yang sering dilakukan adalah membiarkan daya baterai terkuras hingga mendekati nol persen secara berulang. Kebiasaan ini ternyata memberikan dampak signifikan pada kemampuan penyimpanan energi dalam jangka panjang.

Mahaendra Gofar, pendiri EVSafe, menjelaskan bahwa level daya yang ekstrem merupakan faktor utama pendorong penurunan kualitas baterai. Membiarkan baterai terlalu rendah memberikan tekanan berlebih pada sel-sel di dalamnya.

"Level baterai ekstrem atau depth of discharge menjadi salah satu faktor yang mempercepat degradasi. Terlalu sering diisi hingga 100 persen atau dibiarkan sampai 0 persen kurang baik untuk kesehatan baterai," kata Mahaendra.

Komponen baterai pada kendaraan listrik memiliki rentang kerja paling optimal agar usia pakainya lebih panjang. Sangat tidak disarankan bagi pemilik untuk menunggu hingga kondisi daya benar-benar kosong sebelum mencari stasiun pengisian.

Selain menurunkan kinerja, daya yang terlalu rendah meningkatkan risiko stres termal pada baterai. Kondisi ini sangat mungkin terjadi apabila kendaraan yang dayanya sangat minim langsung dihubungkan ke perangkat fast charging.

Dampak Psikologis dan Rekomendasi Penggunaan

Membiarkan baterai dalam kondisi kosong juga memengaruhi kenyamanan pengemudi selama di perjalanan. Hal ini sering memicu munculnya perasaan was-was atau range anxiety karena takut kendaraan mogok sebelum sampai tujuan.

Untuk menjaga kestabilan sel, para ahli dan produsen otomotif menyarankan agar level daya dijaga pada kisaran 20 persen hingga 80 persen. Pola pengisian ini dinilai paling efektif untuk penggunaan kendaraan secara harian.

Mahaendra juga menambahkan bahwa degradasi baterai dipengaruhi oleh suhu lingkungan yang ekstrem dan frekuensi penggunaan pengisian daya cepat. Faktor usia kendaraan dan siklus pengisian serta pemakaian juga turut berkontribusi.

Penyusutan performa baterai memang merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun, penerapan pola penggunaan yang disiplin dapat membantu memperlambat proses penurunan kapasitas energi tersebut secara efektif.

Artikel terkait

Rekomendasi