Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel kini menjadi perhatian serius bagi para pemilik kendaraan sport utility vehicle (SUV). Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada berbagai produk diesel nonsubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Seperti dikutip dari Detik Oto, harga Dexlite sebagai varian termurah menyentuh angka Rp26.000 per liter. Sementara itu, beberapa penyedia BBM lain seperti Shell dan Vivo mematok harga produk diesel mereka hingga Rp30.890 per liter.
Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan berkapasitas tangki besar. Sebagai ilustrasi, pengisian penuh tangki Mitsubishi Pajero Sport berkapasitas 68 liter dengan BBM jenis Shell V-Power Diesel atau Vivo Primus kini menelan biaya hingga Rp2.100.520.
Kondisi tersebut menuntut para pengendara untuk menerapkan teknik mengemudi yang lebih efisien guna menekan konsumsi bahan bakar. Kebiasaan di balik kemudi memegang peranan krusial dalam menentukan seberapa boros atau irit mesin kendaraan bekerja.
Pajero Sport sebenarnya telah dibekali mesin 4N15 2.4L MIVEC turbocharger yang dirancang demi efisiensi tinggi. Berdasarkan informasi dari laman resmi Mitsubishi Indonesia, teknologi ini akan bekerja maksimal jika didukung pola berkendara yang tepat.
Salah satu kunci utama kehematan terletak pada cara menginjak pedal gas. Mesin diesel pada SUV ini dikenal sangat responsif, sehingga injakan yang halus sudah cukup untuk menghasilkan torsi besar tanpa membuang bahan bakar sia-sia.
Pengemudi juga disarankan untuk menjaga putaran mesin tetap ideal. Transmisi 8 percepatan yang tersemat dirancang agar mesin bisa bekerja pada RPM rendah saat melaju konstan atau cruising, sehingga hindari melakukan kickdown jika tidak diperlukan.
Mengelola momentum kendaraan menjadi strategi penting lainnya dalam menghemat konsumsi solar. Upayakan untuk tidak terlalu sering melakukan pengereman mendadak yang memaksa mesin bekerja ekstra keras untuk kembali mencapai kecepatan sebelumnya.
Aspek teknis kendaraan seperti tekanan angin ban juga tidak boleh disepelekan. Ban yang kekurangan tekanan akan meningkatkan hambatan gulir atau rolling resistance, yang secara otomatis membuat mesin bekerja lebih berat untuk menggerakkan mobil.
Perawatan berkala tetap menjadi faktor fundamental dalam menjaga performa mesin tetap irit. Pastikan kondisi filter udara, filter solar, serta kualitas oli selalu terjaga agar sistem pembakaran tidak terhambat oleh kotoran yang menyumbat.