Tiongkok Tolak Beli Cip AI Nvidia H200

Tiongkok Tolak Beli Cip AI Nvidia H200
Foto: Ilustrasi Tiongkok Tolak Beli Cip AI Nvidia H200.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintah Tiongkok menolak untuk menyetujui pembelian cip AI H200 milik Nvidia, Jumat (15/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di atas Air Force One usai mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Penolakan dari Beijing ini langsung berdampak signifikan pada pasar saham, di mana saham Nvidia mengalami kemerosotan sebesar 4,4% pada hari Jumat.

Padahal, sehari sebelumnya saham Nvidia sempat mencapai rekor tertinggi setelah Departemen Perdagangan AS awalnya memberikan izin penjualan tersebut.

"Mereka (Tiongkok) memiliki level yang jauh lebih tinggi daripada H200. Tiongkok membutuhkannya, dan ya, hal itu muncul dalam pembicaraan," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pembatalan ini memicu kegagalan diplomasi cip yang awalnya diproyeksikan mendatangkan optimisme besar bagi industri teknologi Amerika Serikat.

"Mereka memilih untuk tidak membeli karena ingin mengembangkan teknologi mereka sendiri," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Awal pekan ini, Departemen Perdagangan AS sebenarnya telah mengizinkan sekitar 10 perusahaan raksasa Tiongkok untuk membeli hingga 75.000 cip H200.

Beberapa perusahaan raksasa Tiongkok yang masuk dalam daftar tersebut meliputi Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.

Kesepakatan dagang tersebut diprediksi memiliki nilai yang sangat fantastis, yakni berkisar antara US$15 miliar hingga US$20 miliar.

CEO Nvidia Jensen Huang bahkan turut serta dalam delegasi Gedung Putih ke Alaska dan Beijing sebagai upaya terakhir untuk meloloskan kesepakatan.

Namun, hingga Jumat, tidak ada satu pun unit H200 yang dikirim ke Tiongkok karena Beijing secara diam-diam mengarahkan perusahaan domestik membatalkan pesanan.

Langkah strategis Beijing ini didukung oleh kemajuan pesat teknologi lokal dan komitmen untuk beralih ke pemasok domestik seperti Huawei.

DeepSeek, salah satu laboratorium AI terkemuka Tiongkok, baru saja meluncurkan model V4 yang dioptimalkan untuk cip Huawei Ascend dan bukan perangkat keras Nvidia.

Selain itu, ByteDance dilaporkan meningkatkan belanja modal AI tahun 2026 menjadi sekitar US$30 miliar dengan porsi besar dialokasikan untuk produsen cip dalam negeri.

Masalah lain yang mengganjal adalah aturan routing AS yang mewajibkan cip melewati wilayah AS sebelum diekspor kembali ke Tiongkok agar Departemen Keuangan dapat memungut biaya 25%.

Skema tersebut ditolak oleh Beijing karena memicu kekhawatiran akan keamanan rantai pasok dan potensi kerentanan tersembunyi pada perangkat keras.

Dampak dari kebijakan ini membuat pangsa pasar resmi Nvidia di Tiongkok kini mendekati nol persen, turun drastis dari yang sebelumnya mencapai 95%.

Nvidia dalam laporan tahunannya menyatakan bahwa perusahaan kini tertutup secara efektif dari persaingan di pasar komputasi pusat data Tiongkok.

Meski demikian, Wall Street tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Nvidia karena adanya permintaan besar dari penyedia layanan cloud global dan proyek AI kedaulatan di negara lain.

Fokus utama pasar kini tertuju pada laporan keuangan kuartal I 2027 Nvidia yang akan dirilis pada Rabu, 20 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi