Tim Cook resmi menanggalkan jabatannya sebagai CEO Apple namun tetap mengemban peran strategis sebagai negosiator utama perusahaan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini dilakukan guna mengamankan kepentingan bisnis raksasa teknologi tersebut di tengah dinamika kebijakan politik global.
Pengumuman resmi dari pihak Apple menyatakan bahwa Cook akan berkonsentrasi pada aspek strategis perusahaan dalam kapasitas barunya. Penugasan utama pria berusia 65 tahun ini mencakup keterlibatan aktif dengan para pembuat kebijakan di berbagai belahan dunia, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Apple kini resmi menunjuk John Ternus untuk mengisi posisi CEO guna menghadapi tantangan regulasi masa depan. Kendati demikian, Cook tetap menjadi garda terdepan dalam urusan lobi politik, mengingat rekam jejaknya yang berhasil mendapatkan pengecualian tarif pajak untuk produk iPhone pada periode pertama kepemimpinan Trump.
Kedekatan hubungan ini sebelumnya terlihat melalui berbagai interaksi formal maupun simbolis, termasuk saat Cook memberikan hadiah berupa kaca tahan banting berlapis emas 24 karat buatan Corning kepada Trump tahun lalu. Meski sempat mendapat kritik karena menghadiri acara di Gedung Putih, diplomasi Cook dinilai memberikan keuntungan finansial bagi Apple.
Namun, tantangan berat tetap membayangi perusahaan karena Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Biden masih melanjutkan gugatan antimonopoli terhadap Apple. Selain itu, kebijakan tarif baru berpotensi membebani keuangan perusahaan hingga miliaran dolar AS dalam satu kuartal saja.
"Tim Apple" merupakan sebutan yang pernah dilontarkan Trump kepada Cook, yang meski keliru, justru menunjukkan keakraban di antara keduanya. Kini, Ternus harus bersiap mengelola regulasi mengenai kecerdasan buatan dan batasan usia di toko aplikasi dengan Cook sebagai tameng politik perusahaan.