Tiga BPR Merger ke BPR Kredit Mandiri Indonesia

Tiga BPR Merger ke BPR Kredit Mandiri Indonesia
Foto: Ilustrasi Tiga BPR Merger ke BPR Kredit Mandiri Indonesia.

Penggabungan tiga bank pembangunan rakyat (BPR) regional ke dalam BPR Kredit Mandiri Indonesia resmi dilakukan pada Selasa (19/5/2026) demi memperkuat daya saing di tengah ketatnya kompetisi industri keuangan nasional.

Tiga entitas daerah yang melebur tersebut meliputi BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera, BPR Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera, dan BPR Kredit Mandiri Kalimantan Timur, sebagaimana dilansir dari Keuangan.

Aksi korporasi ini membawa dampak signifikan pada lonjakan aset perusahaan, di mana total aset BPR Kredit Mandiri Indonesia kini meroket menjadi Rp 1.039 triliun dari nilai sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 777 miliar.

Langkah strategis penggabungan usaha ini diharapkan mampu memberikan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan operasional perseroan di pasar domestik.

Komisaris Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia, Melvin Wangkar menjelaskan bahwa konsolidasi ini sengaja dirancang untuk menghadirkan efisiensi serta peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan.

"Nasabah nantinya bisa menikmati layanan yang lebih cepat dan terintegrasi, jaringan kantor yang lebih luas, serta produk dan layanan yang lebih beragam,ÔÇØ kata Melvin Wangkar, Komisaris Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa proses integrasi ini telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pihak regulator perbankan.

Pasca-merger, perseroan bakal mengarahkan fokus bisnisnya untuk menggenjot penyaluran kredit pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperluas ekspansi ke wilayah potensial di Sulawesi dan Kalimantan.

"Dengan struktur permodalan yang lebih solid, perusahaan optimistis mampu bersaing tidak hanya dengan sesama BPR, tetapi juga bank umum dan lembaga keuangan lainnya," ujar Melvin Wangkar, Komisaris Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia.

Ekspansi ke wilayah luar Jawa tersebut menjadi agenda prioritas perusahaan untuk memanfaatkan potensi ekonomi daerah yang sedang berkembang.

Artikel terkait

Rekomendasi