BYD membuat pernyataan mengejutkan mengenai efektivitas teknologi bantuan mengemudi buatannya dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya. Perusahaan otomotif asal China ini mengklaim bahwa fitur canggih tersebut mampu mengurangi risiko kecelakaan fatal hingga lebih dari 80 persen.
Data tersebut dikumpulkan melalui observasi pada jutaan unit kendaraan yang telah dilengkapi sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS). Analisis mendalam ini memberikan gambaran nyata mengenai performa keamanan teknologi mengemudi otonom BYD di lapangan.
Melansir laporan dari ArenaEV, pengumuman ini disampaikan oleh pihak manajemen dalam konferensi tahunan resmi perusahaan. BYD mengungkapkan bahwa sistem bantuan mengemudi cerdas tersebut kini sudah terpasang secara luas di lebih dari 60 model mobil mereka.
Hingga saat ini, tercatat hampir 3 juta unit kendaraan BYD yang tersebar di berbagai pasar dunia telah mengadopsi fitur keamanan ini. Hal ini menunjukkan komitmen besar perusahaan dalam memasyarakatkan teknologi keselamatan tingkat tinggi kepada konsumen global.
BYD mencatat bahwa tingkat insiden serius pada mobil yang menggunakan ADAS jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Risiko kecelakaan turun drastis hingga hanya tersisa seperenam jika dibandingkan dengan kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan oleh manusia tanpa bantuan fitur otomatis.
Parameter yang digunakan dalam penghitungan data ini adalah jumlah insiden yang memicu aktifnya kantong udara (airbag) dalam setiap jarak tempuh 10 juta kilometer. Angka ini memberikan bukti konkret bahwa intervensi teknologi mampu menutupi celah kesalahan manusia saat berkendara.
Teknologi bantuan mengemudi andalan BYD dipasarkan dengan merek dagang "God’s Eye" atau dalam bahasa lokal dikenal sebagai TianShen. Sistem ini dirancang secara modular dengan beberapa tingkatan kemampuan, mulai dari fungsi dasar hingga fitur navigasi yang sangat canggih.
Pada tingkatan tertinggi, sistem ini mendukung fitur Navigate on Autopilot (NOA) yang sangat membantu pengemudi di berbagai medan. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan melakukan manuver otomatis saat melaju di jalan tol maupun saat menghadapi kemacetan di area perkotaan.
Untuk varian kelas menengah atau entry level, BYD membekalinya dengan sistem TianShen C yang tetap memiliki kemampuan mumpuni. Perangkat ini mengandalkan 12 buah kamera, radar mmWave, serta rangkaian sensor ultrasonik untuk menciptakan pengawasan 360 derajat di sekitar mobil.
Sistem tersebut juga ditopang oleh chip pemrosesan data dengan kekuatan komputasi mencapai 100 TOPS. Kekuatan pengolahan data sebesar itu sangat penting untuk menjalankan berbagai fungsi berkendara semi-otonom secara akurat dan responsif dalam hitungan milidetik.
Sementara itu, varian yang lebih premium seperti TianShen A dan B mendapatkan dukungan perangkat keras tambahan berupa sensor lidar. Penggunaan lidar memungkinkan deteksi objek yang lebih presisi, terutama dalam kondisi cuaca buruk atau lingkungan dengan pencahayaan rendah.
Model-model tingkat atas ini juga dipersenjatai dengan chip Nvidia Orin X yang memiliki performa komputasi luar biasa. Integrasi teknologi ini memungkinkan kendaraan menjalankan perintah navigasi otomatis yang jauh lebih kompleks di wilayah perkotaan yang padat.
BYD berkomitmen untuk tidak hanya menyematkan fitur ini pada mobil mewah, tetapi juga memperluas cakupannya ke seluruh lini produk. Langkah ambisius ini bertujuan agar teknologi keselamatan canggih bisa dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat.
Pada awal tahun 2025, fitur bantuan mengemudi pintar ini akan mulai menjadi perlengkapan standar pada 21 model mobil BYD yang berbeda. Bahkan, model terkecil dan paling ekonomis seperti BYD Seagull juga akan mendapatkan peningkatan fitur keselamatan yang signifikan ini.
Spesifikasi dan Keunggulan Generasi Terbaru BYD Atto 3
Selain kecanggihan ADAS, BYD juga membawa kabar terbaru mengenai peluncuran generasi anyar dari BYD Atto 3. Mobil listrik yang sangat populer ini hadir dengan membawa berbagai peningkatan vital pada sektor daya jelajah dan sistem pengisian energi.
Di pasar domestik China, mobil ini lebih dikenal dengan nama Yuan Plus dan kini dibangun di atas platform terbaru e-Platform 3.0 Evo. Penggunaan platform baru ini dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua yang menawarkan efisiensi energi jauh lebih baik dibanding versi terdahulu.
Informasi mengenai harga dan varian BYD Atto 3 terbaru dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Varian Kendaraan | Estimasi Harga (Yuan) | Estimasi Harga (Rupiah) |
|---|---|---|
| Tipe Standar | 119.900 Yuan | Sekitar Rp 272 Jutaan |
| Tipe Tertinggi | 149.900 Yuan | Sekitar Rp 340 Jutaan |
Harga tersebut merupakan banderol untuk pasar China, di mana BYD menawarkan total empat varian berbeda untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Setiap varian memiliki perbedaan pada kapasitas baterai dan fitur kelengkapan interior sesuai dengan rentang harganya.
Peningkatan jarak tempuh menjadi salah satu nilai jual utama yang ditawarkan oleh SUV listrik kompak ini bagi para penggunanya. BYD mengklaim bahwa model terbaru ini sanggup melaju hingga 120 km lebih jauh jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya.
Konsumen diberikan dua pilihan kapasitas baterai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas harian mereka, yakni 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Untuk varian dengan baterai terbesar, jarak tempuhnya diklaim mencapai 630 km berdasarkan standar pengujian CLTC di China.
Sementara itu, untuk varian dengan baterai yang lebih kecil, daya jelajahnya tetap mumpuni dengan angka sekitar 540 km dalam sekali pengisian daya. Kapasitas ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk menunjang aktivitas luar kota tanpa perlu sering berhenti di stasiun pengisian.
Teknologi pengisian daya yang disematkan pada Atto 3 terbaru ini juga tidak kalah mencuri perhatian publik. Berkat teknologi flash charging, proses pengisian baterai dari posisi 10 persen hingga mencapai 70 persen hanya memakan waktu sekitar lima menit saja.
Jika pengguna ingin mengisi daya hingga hampir penuh, yakni dari 10 persen ke 97 persen, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar sembilan menit. Kecepatan ini tentu menjadi solusi bagi pemilik mobil listrik yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak ingin membuang waktu saat mengisi daya.
Ketangguhan teknologi BYD juga teruji pada kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti suhu yang sangat dingin. Performa pengisian daya diklaim tetap optimal meskipun mobil berada di suhu minus 30 derajat Celcius, dengan hanya sedikit penambahan waktu pengisian.
Dalam kondisi membeku tersebut, waktu pengisian hanya akan bertambah sekitar tiga menit jika dibandingkan dengan pengisian di suhu normal. Hal ini membuktikan keandalan manajemen termal baterai Blade generasi terbaru yang dikembangkan secara mandiri oleh BYD.
Dari sisi tampilan fisik, BYD Atto 3 generasi terbaru ini memiliki dimensi yang terlihat lebih bongsor dan gagah. Mobil ini memiliki panjang mencapai 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, serta didukung oleh jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 2.770 mm.
Perubahan dimensi ini memberikan ruang kabin yang lebih lapang bagi penumpang serta kapasitas bagasi yang lebih luas. Secara estetika, mobil ini kini menggunakan desain lampu depan yang lebih pipih dan tajam, memberikan kesan modern dan agresif.
Beberapa detail eksterior lainnya yang diperbarui meliputi desain grille depan yang lebih segar serta penggunaan handle pintu model semi-tersembunyi. Untuk mempermanis tampilan bawah, tersedia pilihan pelek dengan desain baru yang hadir dalam ukuran 18 inci dan 19 inci.
Berikut adalah ringkasan fitur utama yang dibawa oleh BYD Atto 3 generasi terbaru:
- Platform Modern: Menggunakan struktur e-Platform 3.0 Evo yang lebih kaku dan aman.
- Baterai Generasi Kedua: Teknologi Blade Battery terbaru dengan kepadatan energi lebih tinggi.
- Pengisian Kilat: Dukungan flash charging yang memangkas waktu tunggu secara drastis.
- Dimensi Lebih Luas: Ukuran bodi yang bertambah panjang dan lebar untuk kenyamanan maksimal.
- Desain Aerodinamis: Lampu LED ramping dan grille baru untuk efisiensi udara yang lebih baik.
Kombinasi antara peningkatan teknologi keselamatan ADAS dan efisiensi baterai menjadikan lini produk BYD semakin kompetitif di pasar global. Perusahaan terus berinovasi untuk membuktikan bahwa mobil listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga jauh lebih aman bagi penggunanya.