Aksi tawuran antarwarga pecah di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/4/2026) malam yang diwarnai dengan pembakaran fasilitas dagang. Insiden ini dipicu oleh aksi saling serang menggunakan kembang api yang menyebabkan api berkobar di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, sebuah rekaman video memperlihatkan situasi mencekam dengan suara letusan petasan serta sirine petugas di tengah kerumunan warga. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah petugas pemadam kebakaran harus diterjunkan ke lokasi guna memadamkan kobaran api yang melahap lapak dagangan.
"Para pelaku tawuran bahkan nekad sampai membakar lapak pedagang. Kepolisian dan Damkar harus turun tangan," tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Kapolsek Tanah Abang AKPB Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa pertikaian melibatkan dua kelompok warga dari lingkungan yang berbeda. Pihak kepolisian segera melakukan penanganan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut pada malam itu.
"Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan," ujar Dhimas.
Perselisihan ini diduga kuat berawal dari tindakan provokasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Penggunaan petasan yang diarahkan ke pemukiman lawan menjadi pemicu utama kemarahan massa.
"Dikarenakan adanya tembakan petasan/kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut," lanjut Dhimas.
Personel dari Polsek Metro Tanah Abang dengan bantuan Polres Metro Jakarta Pusat serta tim pengendalian masyarakat (dalmas) dikerahkan untuk menenangkan situasi. Koordinasi dilakukan bersama petugas Damkar dan Satpol PP guna memastikan keamanan wilayah setempat.
"Tidak sampai setengah jam sudah reda," tegas Dhimas.
Dhimas menjelaskan bahwa kerusakan materiil dalam peristiwa ini terbatas pada sarana usaha milik warga. Ia juga memastikan tidak ada bangunan permanen yang terdampak oleh kobaran api selama kericuhan berlangsung.
"Yang terbakar hanya dua gerobak buah dan tidak ada bangunan atau warung yang terbakar," kata Dhimas.
Hingga Sabtu (18/4/2026) pagi, pihak kepolisian menyatakan kondisi di lokasi telah kondusif dan tidak ditemukan adanya laporan korban jiwa. Pemantauan terus dilakukan guna menjamin ketertiban umum di wilayah Petamburan pasca-insiden tersebut.